SIAK, POTRETNEWS.com — Pihak kepolisian akhirnya menuntaskan hasil penyelidikan kasus kasus kematian dokter Alex Cristo Loris (30). Dokter Alex tewas karena bunuh diri dengan cara menggunakan suntik mati.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan bahwa penyelidikan kematian korban dilakukan secara ilmiah atau
scientific crime investigation).
”Dari hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, serta psikologi forensik, penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat korban sendiri," ungkap Kosmos, Selasa (4/8/2026).Kosmos menjelaskan, sejak dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak, ini ditemukan tewas, petugas melakukan serangkaian penyelidikan.Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan para saksi, serta melibatkan sejumlah ahli guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional.
Mayat korban saat itu ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.Di dekat korban, ditemukan tas berisi berbagai perlengkapan medis. Di antaranya; stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit yang berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.”Dari rekaman CCTV yang diambil dari 2 sumber, menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Tidak terlihat ada orang lain bersama korban," kata Kosmos.Kosmos mengungkapkan, hasil autopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban, yang diduga sebagai jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh korban. Hasil pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban.”Ahli forensik menyimpulkan kematian disebabkan efek Rocuronium yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan, sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia)," kata Kosmos.
Sementara itu, memar pada kepala tidak menjadi penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain pada tubuh korban merupakan luka pasca kematian akibat aktivitas serangga.”Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau, juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, sehingga menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium," jelas Kosmos.Berdasarkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik.
Tak Ditemukan Fakta Tindak Pidana PembunuhanSatreskrim Polres Siak menyimpulkan bahwa tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Sebagaimana dilansir media massa, warga Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, dihebohkan dengan penemuan mayat pria di semak belukar di samping pagar luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Selasa (14/7/2026) siang.Korban diketahui berinisial Alex Cristo Loris (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak.Korban merupakan warga asal Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans, melakukan penyisiran di area semak belukar, yang sebelumnya menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman kamera CCTV."Korban sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Kosmos kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa.Istri korban, dr YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, sempat berusaha menghubungi telepon genggam suaminya, namun tidak aktif. Merasa khawatir, ia kemudian mencari korban di lingkungan rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat.Namun, tidak seorang pun yang mengetahui keberadaan dokter tersebut. Pencarian dilakukan dengan memeriksa rekaman CCTV rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.Hingga Selasa pagi korban belum juga ditemukan. Tiga orang saksi kemudian berinisiatif menyisir area semak di luar pagar rumah sakit. Seorang petugas keamanan memanjat pagar pembatas untuk melihat ke arah luar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa di tengah semak belukar. Mayat korban ditemukan sekitar 5 meter dari pagar pembatas rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di lokasi juga ditemukan sebuah tas sandang berwarna hitam yang diduga milik korban."Setelah mendapat laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti," kata Kosmos.Adapun, barang bukti yang diamankan di antaranya tas sandang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian Siak milik korban. Kosmos menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian dokter residen tersebut.***