Home > Berita > Umum

Didominasi Turis Malaysia, Kunjungan Wisman ke Riau Meningkat 22 Persen

Selasa, 04 Agustus 2026 11:37 WIB
Tim Redaksi
bdidominasi-turis-malaysia-kunjungan-wisman-ke-riau-meningkat-22-persenbIlustrasi turis mancanegara turun dari pesawat. Sumber: BONTANG POS

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sektor pariwisata Provinsi Riau menunjukkan ketahanan dan daya saing yang kuat pada pertengahan tahun ini. Sebanyak 24.585 wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berkunjung ke wilayah ini pada bulan Juni 2026, yang berimbas langsung pada naiknya tingkat hunian hotel berbintang.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan kunjungan sebesar 22,56 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Mei 2026). Secara tahunan, jumlah kunjungan ini juga tumbuh sebesar 0,90 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Dominasi Pelancong Malaysia

Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Riau Fitri Hariyanti, merinci bahwa mayoritas wisman yang datang ke Riau berasal dari negara tetangga. Kedatangan ini terpantau melalui empat pintu imigrasi utama sebanyak 6.081 kunjungan dan pencatatan Mobile Positioning Data sebanyak 18.504 kunjungan.

"Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 13.557 kunjungan atau 55,14 persen dari total kunjungan ke Riau," terangnya di Pekanbaru, Senin (3/8/2026).

Menyusul di belakang Malaysia, pelancong asal Tiongkok menempati posisi kedua dengan 2.080 kunjungan. Selanjutnya tercatat wisatawan dari Filipina sebanyak 1.343 kunjungan, Singapura 687 kunjungan, dan India 509 kunjungan. Terkait pergerakan moda transportasi, wisman masih didominasi jalur laut dengan porsi 53,91 persen dan jalur udara 46,09 persen.

Berikut rincian pintu masuk imigrasi utama bagi wisman di Riau:

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru: 2.803 kunjungan
Pelabuhan Dumai: 1.289 kunjungan
Pelabuhan Bengkalis: 1.092 kunjungan
Pelabuhan Tanjungharapan Kepulauan Meranti: 897 kunjungan

Durasi Menginap dan Evaluasi Kebijakan

Peningkatan jumlah kunjungan wisata ini turut mengerek kinerja usaha akomodasi daerah. Fitri menyebutkan bahwa hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi yang mencapai 62,42 persen, mengindikasikan segmen tersebut masih menjadi pilihan utama pelancong.

Rata-rata lama tamu menginap juga mengalami kenaikan dari 1,29 malam pada bulan Mei 2026 menjadi 1,33 malam pada bulan Juni 2026.

"Tamu asing tercatat menginap lebih lama dengan rata-rata 2,30 malam, sedangkan tamu domestik rata-rata menginap selama 1,31 malam," urainya.

Fitri menilai kenaikan okupansi dan durasi menginap ini membuktikan bahwa aktivitas perjalanan bisnis serta wisata di Riau tetap mampu menopang industri perhotelan dengan baik.

Merespons kinerja tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi, menegaskan bahwa rilis data BPS ini akan dijadikan sebagai dasar evaluasi kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat sangat membantu penyusunan program pariwisata yang lebih tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id