Home > Berita > Umum

Ada 2.355 Kasus Malaria, Pemkab Rokan Hilir Tetapkan Status KLB dan Tunjuk Wabup Pimpin Satgas

Selasa, 04 Agustus 2026 16:27 WIB
Tim Redaksi
bada-2355-kasus-malaria-pemkab-rokan-hilir-tetapkan-status-klb-dan-tunjuk-wabup-pimpin-satgasbWakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles selaku komandan satgas memimpin rapat penanganan wabah malaria, Selasa (4/8/2026). (Foto: dok. ISTIMEWA)

ROKAN HILIR, POTRETNEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria, menyusul lonjakan signifikan penyakit di kabupaten itu.

Hingga Selasa (4/8/2026), penderita demam malaria mencapai 2.355 kasus. Angka infeksi tertinggi saat ini terkonsentrasi di tiga wilayah, yakni; Kecamatan Sinaboi, Pasir Limau Kapas, dan Kecamatan Bangko.

Pembentukan Satgas KLB

Merespons eskalasi kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil bergerak cepat dengan menggelar rapat penanggulangan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kompleks Perkantoran Batu Enam, Bagan Punak. Rapat yang dihadiri oleh unsur forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut memutuskan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus.

Dalam struktur tersebut, Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles, ditunjuk sebagai komandan satgas (dansatgas). Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan setempat, Afrida, dipercaya sebagai ketua posko dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Fauzi Efrizal, sebagai wakil ketua.

”Tugas Posko KLB itu menjadi pusat kendali, deteksi dini, pemantauan, perkembangan kasus, mitigasi, evaluasi harian, dan menyusun kebijakan langkah strategis mempercepat pengendalian wabah," kata Jhony Charles menguraikan fokus kerja timnya.

Perhatian Nasional dan Kedatangan CDC AS

Lebih lanjut, Jhony Charles menegaskan bahwa kondisi darurat kesehatan yang terjadi di Rohil kini tidak lagi sekadar urusan daerah, melainkan telah menjadi sorotan nasional. Sebagai bentuk penanganan lintas batas, Pemkab Rohil dijadwalkan menerima kunjungan tim dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dalam waktu dekat untuk membantu mengendalikan situasi.

Berdasarkan catatan dari berbagai literatur, infeksi malaria yang menyebar ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Secara medis, terdapat lima jenis Plasmodium, antara lain Falciparum yang berisiko fatal, serta Vivax, Ovale, Malariae, dan Knowlesi yang menyerang organ hati dan aliran darah.

Desakan Warga Terdampak

Di tengah upaya birokrasi, masyarakat yang bermukim di wilayah zona merah seperti Sinaboi, Pasir Limau Kapas, dan Bangko mendesak Pemkab Rohil untuk segera mengeksekusi tindakan nyata di lapangan. Mereka menuntut agar keselamatan warga diprioritaskan di atas alasan operasional pemerintahan.

"Walaupun efisiensi anggaran, namun anggaran untuk bencana atau musibah sudah ada anggarannya, bukan satu alasan," keluh salah seorang warga menyikapi status darurat malaria di lingkungannya. ***

Kategori : Umum, Rohil
wwwwww
www.amsi.or.id