Home > Berita > Umum

Monyet yang Serang Warga Indragiri Hilir Ditembak Pakai Senapan Angin, tapi Berhasil Lolos

Senin, 03 Agustus 2026 12:52 WIB
Tim Redaksi
bmonyet-yang-serang-warga-indragiri-hilir-ditembak-pakai-senapan-angin-tapi-berhasil-lolosbPetugas DPKP dan warga saat berupaya menangkap monyet yang menyerang warga di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Senin (3/8/2026).(Dok. DPKP Inhil)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com —Upaya menangkap monyet liar yang meneror warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, belum membuahkan hasil. Satwa yang telah menyerang 11 warga itu bahkan sempat ditembak menggunakan senapan angin, tetapi berhasil lolos.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan monyet tersebut sempat terkena tembakan.

”Kemarin sudah kena tembak senapan angin, ada darahnya berceceran, tapi tak mati," kata Junaidi, Senin (3/8/2026).

Menurut Junaidi, tim gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran di lapangan untuk menangkap monyet tersebut.

Selain menggunakan senapan angin, petugas juga memasang jaring di sejumlah titik yang diduga menjadi lintasan satwa itu. ”Kita minta warga tutup pintu dapur dan hati-hati apabila keluar rumah," ujar Junaidi.

Junaidi mengatakan, jumlah korban serangan monyet kini bertambah menjadi 11 orang. Korban terbaru adalah Masiah (43), yang diserang saat sedang duduk di teras rumahnya. "Korban yang kesebelas cukup parah luka di betis kirinya, 33 jahitan. Korban saat ini menjalani rawat jalan," sebut Junaidi.

Teror Sejak Akhir Juli

Sebelumnya, DPKP Inhil mengidentifikasi pelaku serangan diduga hanya satu ekor monyet ekor panjang berwarna abu-abu. "Berdasarkan identifikasi di lapangan, ada satu ekor monyet ekor panjang warna abu-abu," kata Junaidi.

Teror itu terjadi sejak 25 Juli 2026 di kawasan Parit 13 dan Parit 14, Kota Tembilahan. Awalnya, monyet menyerang warga yang sedang duduk di depan rumah. Setelah itu, serangan terus berulang dan menyasar anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Bahkan, satwa tersebut beberapa kali masuk ke rumah warga melalui celah lantai rumah panggung yang terbuat dari papan atau dari bagian dapur.

"Rumah warga di sini di pinggir sungai, bangunan kayu. Jadi monyet masuk dari lantai papan yang bolong, kadang masuk dari dapur. Terus digigitnya warga yang sedang tidur pagi hari," kata Junaidi.

Korban Diberi Vaksin Rabies

Seluruh korban mengalami luka gigitan maupun cakaran di kaki, tangan, dan punggung. Beberapa di antaranya harus menjalani penjahitan akibat luka yang cukup parah. Meski demikian, seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Selain pengobatan, korban juga diberikan vaksin antirabies sebagai langkah pencegahan. "Pengobatan para korban tidak dipungut biaya alias gratis," kata Junaidi. DPKP Inhil memastikan pencarian monyet liar tersebut masih terus dilakukan sembari mengimbau masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di sekitar permukiman.***

Kategori : Umum, Inhil
wwwwww
www.amsi.or.id