Unilak dan STIE Pembangunan Tanjungpinang Teken MoU Tridarma Perguruan Tinggi & Kampus Berdampak
Jum'at, 31 Juli 2026 08:20 WIB
Rektor Unilak Prof Junaiidi (kiri) dan Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang Dr Ranti Utami memperlihatkan Nota Kesepahaman yang telah ditandatangan. (Foto: Dok. UNILAK UNTUK POTRETNEWS.com)PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau, terus memperluas jejaring kolaborasi strategis. Kali ini perguruan tinggi yang berlokasi di kawasan Rumbai itu menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penandatanganan dilakukan pada Kamis, 30 Juli 2026 di kampus Unilak. MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor Unilak Prof Dr Junaidi dan Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang Dr Ranti Utami. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan implementasi Program Kampus Berdampak.
Ruang lingkup kerja sama mencakup tiga pilar utama perguruan tinggi, yaitu; pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua institusi juga sepakat bersinergi dalam program Kampus Berdampak yang bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi penyelesaian permasalahan di masyarakat dan daerah.
Dalam pertemuan itu, Junaidi menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret Unilak untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif dan adaptif.”Melalui MoU ini, kami ingin memperkuat pertukaran sumber daya, keahlian, dan pengalaman antarkampus. Harapannya dapat meningkatkan mutu lulusan serta daya saing institusi dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ranti Utami mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai sinergi antara Unilak dan STIE Pembangunan akan membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam riset bersama, pertukaran akademik, dan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat Kepulauan Riau dan Riau.
”Dalam rangka peningkatan akreditasi kampus, bahwa kita tau pemerintah mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi. Dan kami tahu Unilak salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri,” ujar Ranti Utami.
Hadir dalam pelaksanaan MoU antara lain; Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi dan Kepala KUIK Assoc Prof Dr Nurfaisal. Usai MoU dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung kelas bersama Unilak dan melihat kawasan danau ecoriparian.***
Ruang lingkup kerja sama mencakup tiga pilar utama perguruan tinggi, yaitu; pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua institusi juga sepakat bersinergi dalam program Kampus Berdampak yang bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi penyelesaian permasalahan di masyarakat dan daerah.
Dalam pertemuan itu, Junaidi menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret Unilak untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif dan adaptif.”Melalui MoU ini, kami ingin memperkuat pertukaran sumber daya, keahlian, dan pengalaman antarkampus. Harapannya dapat meningkatkan mutu lulusan serta daya saing institusi dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ranti Utami mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai sinergi antara Unilak dan STIE Pembangunan akan membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam riset bersama, pertukaran akademik, dan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat Kepulauan Riau dan Riau.
”Dalam rangka peningkatan akreditasi kampus, bahwa kita tau pemerintah mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi. Dan kami tahu Unilak salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri,” ujar Ranti Utami.
Hadir dalam pelaksanaan MoU antara lain; Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi dan Kepala KUIK Assoc Prof Dr Nurfaisal. Usai MoU dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung kelas bersama Unilak dan melihat kawasan danau ecoriparian.***





















