Home > Berita > Umum

Pembangunan Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

Kamis, 30 Juli 2026 20:49 WIB
Tim Redaksi
bpembangunan-pasar-bawah-mangkrak-wali-kota-pekanbaru-ancam-putus-kontrakbBangunan gedung Pasar Wisata Pasar Bawah Pekanbaru yang progres pekerjaannya tidak kunjung tuntas. (Foto: Dok. ISTIMEWA)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Wali Kota Pekanbaru, Riau, Agung Nugroho, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bangunan gedung Pasar Wisata Pasar Bawah, Kamis (30/7/2026).

Pihaknya melihat langsung progres pekerjaan pembangunan pasar tersebut. Ia mengaku geram dengan progres pekerjaan yang tidak kunjung tuntas.

Apalagi pihaknya sudah menerima banyak aduan dari pedagang bahwa pekerjaan sudah mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota menemui langsung pengelola di sana. Ia meninjau setiap pekerjaan yang sudah di lakukan.

”Kita lihat laporan masyarakat, salah satunya (pembangunan) yang tidak selesai. Ini sudah tiga bulan lebih mangkrak pembangunannya," kata Agung, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, seharusnya dari perjanjian kontrak kerja sama antara pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru dan PT Ali Akbar Sejahtera selaku pengelola, revitalisasi Pasar Bawah tuntas pada 2025.

Namun, hingga pertengahan tahun 2026 ini pekerjaan revitalisasi baru berkisar 60 persen dari total pembangunan yang disepakati.

Ia mengatakan bahwa Pemkot Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memberikan surat peringatan pertama dan kedua kepada pengelola.

Ia menegaskan, pihaknya akan memberikan peringatan ketiga pada pengelola. Pemkot menjadwalkan pemanggilan pengelola pada awal pekan depan. Pengelola, kontraktor, dan pedagang akan dipanggil untuk merumuskan permasalahan ini.

”Kalau tidak selesai juga peringatan ketiga ini, kita putus kontrak. Maka akan diaudit," katanya.

Jika putus kontrak dengan pihak ketiga, Pemkot akan mengambil alih pembangunan. Ia tidak ingin pekerjaan ini terlalu lama dan menimbulkan kerugian pada pedagang.

Apalagi keberadaan pasar ini menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru. Ia memastikan pemerintah bakal mengambil tindakan tegas kepada pengelola.

”Mangkrak ini, pertama adalah karena pembiayaan. Pembiayaan antara kontraktor dan pengelola. Ini yang mau kita dudukan, open manajemen. Kalau tidak sanggup akan diambil alih pemkot," pungkasnya.***

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id