INDRAGIRI HILIR, POTRETNEWS.com — Warga Desa Sungaidanai, Kecamatan Pulauburung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau disarankan membuat meriam spirtus, guna menghalau harimau sumatra agar bisa kembali ke habitatnya.
Saran tersebut disampaikan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tatkala menurunkan tim untuk memantau harimau sumatra yang mendatangi permukiman warga setempat.
”Kita juga menyarankan warga membuat meriam spirtus, guna menghalau harimau sumatera agar bisa kembali ke habitatnya," Kepala BBKSDA Riau Supartono, Rabu (29/7/2026).Supartono mengatakan, pihaknya menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk memantau pergerakan harimau.”Tim melakukan pengecekan dan mitigasi di lokasi kemunculan harimau sumatera di permukiman warga," ujar Supartono.
Berdasarkan identifikasi petugas di lapangan, ditemukan jejak harimau dengan ukuran telapak kaki panjang 14 sentimeter dan lebar 13 sentimeter.Untuk mengetahui pergerakan hewan buas dilindungi itu, tim melakukan pemasangan kamera trap dan melakukan pemantauan melalui udara dengan menerbangkan drone di sekitar lokasi kejadian.Sebagai langkah pencegahan, tim melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta perangkat desa, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar lokasi kejadian.Petugas menyarankan agar hewan ternak sapi maupun kambing dikandangkan, sehingga tidak memicu datangnya harimau sumatera ke pemukiman.Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko menambahkan, harimau sumatera adalah satwa kunci yang dilindungi Undang-undang, sekaligus merupakan satwa kebanggaan Pulau Sumatera.
”Untuk itu, mari kita jaga alam dan isinya untuk kesejahteraan masyarakat," ucap Satyawan. Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat, apabila melihat atau mengetahui keberadaan harimau sumatera guna mendukung penanganan lebih lanjut.Teror Harimau buat Warga Resah hingga Sekolah DiliburkanDiberitakan sebelumnya, harimau sumatra meneror penduduk Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kemunculan hewan buas dilindungi itu, membuat warga resah hingga sekolah terpaksa diliburkan sementara.Kepala Desa Sungaidanai, Halim mengatakan, harimau muncul sejak beberapa hari terakhir. "Harimau masuk ke perkampungan kami, ditandai dengan adanya jejak dan memangsa hewan ternak sapi," kata Halim saat diwawancarai wartawan di Inhil, Senin (27/7/2026).Harimau menerkam dua ekor sapi. Satu sapi hilang dan satu lagi masih selamat, dengan luka gigitan di kaki kiri belakang. Halim menyebut, harimau sudah sering datang ke perkampungan dan terlihat oleh warga.Untuk mencegah terjadinya serangan harimau terhadap manusia, Halim mengaku telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk meliburkan sekolah. "Saya sudah koordinasi dengan dinas pendidikan untuk meliburkan sekolah. Sekarang sekolah libur sementara demi keamanan anak-anak," kata Halim.Dia juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menangani kejadian ini. Menurutnya, tim BBKSDA Riau saat ini dalam perjalanan menuju Pulau Burung.Halim mengimbau, kepada warganya untuk selalu waspada terhadap harimau sumatera. "Kami sudah menyampaikan kepada warga, agar selalu waspada saat beraktivitas di luar rumah," sebut Halim.Apa itu Meriam Spirtus?Berdasarkan penelusuran Google, meriam spirtus adalah meriam buatan dari kaleng atau pipa PVC yang menggunakan cairan spirtus sebagai bahan bakar untuk menghasilkan suara ledakan keras.Sementara dinukil dari memorandum.disway.id, meriam spirtus atau seldung umumnya dibuat dari kaleng bekas susu yang disusun, dilem, lalu diperkuat dengan isolasi di setiap sambungan.Sebagian lainnya menggunakan pipa paralon bekas dengan pemicu dari magnet korek api, sementara suara dentuman dihasilkan dari cairan spirtus.***