Home > Berita > Umum

Menilik Makna dan Filosofi Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau Tahun 2026 beserta Penjelasannya

Jum'at, 24 Juli 2026 15:21 WIB
Tim Redaksi
bmenilik-makna-dan-filosofi-logo-hari-jadi-ke69-provinsi-riau-tahun-2026-beserta-penjelasannyabDesain yang ditetapkan Panitia Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau sebagai logo resmi hari jadi tahun 2026. (foto: dok. ISTIMEWA)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau secara resmi mulai digunakan dalam seluruh rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut.

Penyelenggara telah menetapkan karya Wendi Junissa Putra, desainer asal Kampung Rempak Kabupaten Siak sebagai pemenang sayembara logo tahun 2026.

Dengan begitu, seluruh hak cipta penggunaan desain logo terpilih kini secara penuh menjadi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh insan kreatif yang telah berkontribusi menyumbangkan karya terbaik mereka.

”Kami Pemprov Riau menyampaikan terima kasih bagi yang telah berpartisipasi dan berinovasi. Teruslah menjadi insan kreatif Riau yang menginspirasi melalui karya kreatif," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Bagi masyarakat yang ingin men-download (unduh), bisa melalui tautan unduhan melalui Google Drive: Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.

Makna dan Filosofi

Logo HUT Riau secara visual, bentuk angka 69 dirancang saling memutar dan menyatu dalam keseimbangan, melambangkan hubungan harmonis keberagaman suku, budaya, ras, dan agama.

Perpaduan angka tersebut juga membentuk gerakan melingkar Selembayung sebagai simbol kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Atribut tanjak yang disematkan sebagai mahkota kebesaran budaya Melayu melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, serta tanggung jawab seorang pemimpin dalam mengayomi dan merangkul masyarakat.

Pemimpin yang bijaksana diharapkan mampu mengubah keberagaman menjadi kekuatan kolektif menuju pembangunan yang inklusif.

Sementara itu, ornamen Kuntum Bujang dihadirkan sebagai simbol awal kehidupan, pertumbuhan, dan harapan baru.

Kelopak bunga yang saling mekar menggambarkan semangat untuk terus berinovasi dan melangkah maju dengan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya Melayu Riau.

Logo HUT ke-69 Riau juga kaya akan makna melalui penggunaan 4 elemen warna utama. Warna merah melambangkan keberanian menjaga marwah dan integritas.

Sedangkan gradasi merah ke kuning merepresentasikan kemuliaan, optimisme, serta transformasi dinamis menuju kesejahteraan yang berdaya saing.

Selanjutnya, gradasi hijau muda ke hijau tua merepresentasikan pertumbuhan berkelanjutan dan keharmonisan lingkungan yang menjadi fondasi pembangunan. Adapun warna biru melambangkan persatuan, kedamaian, dan semangat musyawarah.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id