PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Provinsi Riau menasbihkan posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia. Bagaimana tidak, realisasi investasi Provinsi Riau pada kuartal II atau periode April-Juni 2026 tercatat mencapai Rp20,23 triliun. Kepala Kantor Pelayanan dan Investasi Modal Terpadu (DPMPTSP) Provinsi Riau Vera Angelika di Pekanbaru, Kamis, mengatakan realisasi meningkat sebesar 59,62 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025, mencapai Rp12,67 triliun.
Sementara itu, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2026, realisasi investasi juga tumbuh 57,42 persen (kuartal ke kuartal/QtQ) dari Rp12,85 triliun.“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai kawasan tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Vera.Secara nasional, lanjutnya, realisasi investasi Riau pada kuartal kedua tahun 2026 berada di peringkat ke-8. Untuk Investasi Modal Dalam Negeri (PMDN), Riau berada di peringkat ke-5 secara nasional dengan nilai investasi sebesar Rp15,56 triliun, sedangkan Investasi Modal Luar Negeri (PMA) berada di peringkat ke-14 secara nasional dengan nilai investasi sebesar 282,92 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,67 triliun.
Di pulau Sumatra, Riau adalah provinsi dengan realisasi investasi tertinggi. Bagi PMDN, Riau menempati peringkat pertama, sedangkan PMA menempati peringkat ketiga.”Jika digabungkan, PMDN dan PMA, Riau juga menempati posisi pertama di Sumatera dengan total investasi sebesar Rp20,23 triliun," katanya.Dari segi komposisi investasi, PMDN masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp15,56 triliun atau 77 persen dari total investasi. Sedangkan PMA mencapai Rp4,67 triliun atau 23 persen."Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, investasi PMDN meningkat 63,88 persen secara tahunan dan 62,09 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2026."Adapun investasi PMA, pertumbuhannya mencapai 46,90 persen per tahun dan meningkat 43,60 persen per kuartal," pungkasnya.***