Tindak Lanjuti Arahan DPP, Ketua Golkar Riau Segera Panggil Dua Kader yang Terlibat Cekcok

Jum'at, 17 Juli 2026 12:15 WIB
Tim Redaksi
btindak-lanjuti-arahan-dpp-ketua-golkar-riau-segera-panggil-dua-kader-yang-terlibat-cekcokbKetua DPD I Partai Golkar Riau Yulisman.

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Ketua DPD Partai Golkar Riau Yulisman memastikan partainya akan memanggil dua Anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar yang terlibat perselisihan hingga berujung kericuhan di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026).

Dua politikus yang dimaksud adalah Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Yulisman mengatakan, DPD Golkar Riau akan menindaklanjuti arahan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar terkait insiden tersebut.

”Tentunya kami akan menindaklanjuti arahan DPP terkait kisruh di DPRD Riau yang melibatkan dua anggota DPRD dari Golkar ini," ujar Yulisman.

Menurut dia, Golkar Riau telah mengumpulkan sejumlah informasi untuk mengetahui secara lebih utuh kronologi perselisihan dan kericuhan tersebut. Informasi itu akan menjadi bahan bagi partai untuk menentukan langkah lanjutan terhadap kedua kadernya.

Golkar akan Proses Kedua Politikus

Yulisman memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlalu tanpa penyelesaian internal. DPD Golkar Riau akan memanggil kedua anggota DPRD untuk meminta penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi, mulai dari adu argumen dalam rapat hingga bentrokan antarpendukung di dalam gedung.

Menurutnya, partai juga akan menyesuaikan langkah penanganan dengan arahan DPP Golkar.

Belum dijelaskan kapan pemanggilan dilakukan maupun bentuk sanksi yang berpotensi dijatuhkan.

Namun, Yulisman menegaskan bahwa tindakan kedua politikus itu telah berdampak buruk terhadap citra lembaga DPRD dan Partai Golkar.

Minta Maaf kepada Masyarakat Riau

Sebagai Ketua DPD Golkar Riau, Yulisman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kericuhan yang melibatkan dua kader partainya.

Ia menilai peristiwa tersebut tidak sepatutnya terjadi di lingkungan lembaga perwakilan rakyat.

”Kejadian ini memang menjelekkan nama institusi dan lembaga, harusnya kita berpikir lebih jauh lagi sebagai wakil rakyat, sebelum ini terjadi," ujar Yulisman.

Menurut dia, seorang anggota DPRD semestinya mampu menahan diri dan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui mekanisme resmi di parlemen. Perselisihan yang berujung kericuhan dinilai tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh wakil rakyat.

Dinilai Merusak Citra Partai Golkar

Selain mencoreng nama DPRD Riau, Yulisman mengatakan insiden tersebut juga merugikan citra Partai Golkar.

Kedua politikus yang berselisih merupakan kader dari partai yang sama dan duduk dalam satu fraksi di DPRD Riau.

Karena itu, Golkar Riau berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara jernih tanpa memperpanjang konflik.

Yulisman mengimbau kedua pihak menahan diri dan tidak mengedepankan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia juga berharap tidak ada lagi kejadian serupa di lingkungan DPRD Riau.

DPP Golkar Minta DPD Segera Bertindak

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan kekesalannya terhadap kericuhan yang melibatkan dua politikus Golkar tersebut.

Doli meminta DPD Golkar Riau segera menyelesaikan persoalan itu dan mengambil langkah organisasi terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Ia juga meminta partai menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau. Arahan tersebut kemudian akan ditindaklanjuti oleh DPD Golkar Riau melalui proses klarifikasi dan pemanggilan kedua kader.***

Kategori : Peristiwa, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id