PALEMBANG, POTRETNEWS.com — Perjalanan Aldi Sulistyawan bersama istri dan anaknya yang masih berusia 1,5 tahun menuju Pekanbaru, Riau, berakhir dalam tragedi kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Aldi, warga Way Tuba, Lampung, diduga kuat menjadi salah satu korban tewas bersama istrinya, Hani, dan anak mereka, Bella, dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5/2026) siang.
Kabar itu membuat keluarga Aldi datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, tempat 16 jenazah korban kecelakaan dibawa untuk menjalani proses identifikasi.Rohma, adik Aldi, mengatakan, kakaknya berangkat menuju Pekanbaru bersama istri dan anaknya untuk merantau. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Aldi sudah berangkat membawa Hani dan Bella.Kabar kecelakaan itu justru ia terima dari ayahnya setelah bus yang ditumpangi kakaknya mengalami kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa.
"Saat itu tidak ada interaksi sama sekali dengan kakak saya itu, tahu-tahunya sudah berangkat. Nah, saya dikabari oleh ayah saya jika mobil kakak saya kecelakaan dan memakan korban jiwa," ujar Rohma saat dijumpai di RS Bhayangkara Palembang pada Kamis (7/5/2026).Rohma langsung mencari keberadaan Aldi, Hani, dan Bella setelah menerima kabar tersebut. Ia sempat menuju RSUD Lubuklinggau, tetapi kemudian mendapat informasi bahwa jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi.”Saya langsung berangkat ke RSUD Lubuklinggau, tapi dialihkan ke RS Bhayangkara. Saya langsung berangkat ke sini, jam 5 tadi sampai," ujar Rohma.Di rumah sakit, Rohma menunggu proses identifikasi dengan mata berkaca-kaca. Ia sesekali mengusap air matanya sambil menunggu kepastian nasib kakak, ipar, dan keponakannya. ”Semoga kakak, istri, dan anaknya dapat tenang, ditempatkan di sisi Allah," tutupnya.Rohma kini mengurus administrasi dan menunggu jenazah korban selesai menjalani proses pemeriksaan di instalasi forensik.
Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS dengan truk tangki tiba di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kamis subuh.Rombongan ambulans tiba secara bertahap sekitar pukul 05.10 WIB hingga 05.32 WIB setelah menempuh perjalanan sekitar delapan jam dari Lubuklinggau.Kedatangan ambulans itu dikawal kendaraan polisi lalu lintas dan dua dokter dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau. Satu per satu kantong jenazah diturunkan dari ambulans secara bergantian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Kepala RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang AKBP dr. Andrianto mengatakan, proses pemeriksaan jenazah dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri."InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto dilansir dari Kompas.com.Andrianto mengatakan, proses identifikasi dibantu 30 tenaga medis dan tujuh dokter forensik. "Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.Menurut Andrianto, proses identifikasi membutuhkan waktu karena kondisi jenazah mengalami luka bakar. "Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.Andrianto mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan tersebut segera datang ke posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Keluarga juga dapat menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 atau Dokpol untuk mendapatkan informasi lebih lanjut."Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," tutupnya.Di tengah proses identifikasi korban, seorang penumpang selamat bernama Ngadiono (44) menceritakan kondisi bus ALS sebelum kecelakaan terjadi. Ngadiono selamat bersama istrinya, Jumiatun (34), dari kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki tersebut.Ia mengatakan, bus tujuan Medan, Sumatra Utara, yang mereka tumpangi sempat mengalami masalah mesin dan radiator panas sepanjang perjalanan. "Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada sumber kepolisian yang meminta keterangan di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.Kekhawatiran Ngadiono muncul ketika bus yang ditumpanginya kembali melaju setelah diperbaiki. Tidak lama kemudian, bus tiba-tiba menghantam sesuatu dan disusul ledakan besar. Api kemudian membesar dan melalap badan bus.Ngadiono bersama istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela. "Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.Ngadiono sempat melihat api membakar bus dan mendengar jeritan penumpang dari dalam kendaraan. Suara itu kemudian hilang ketika api semakin membesar. "Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.Kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM milik PT Seleraya terjadi di Jalinsum, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu siang.Berdasarkan laporan kepolisian, kecelakaan itu menewaskan 16 orang. Korban meninggal dunia terdiri dari 14 orang dari bus ALS dan dua orang dari mobil tangki BBM.Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk kondisi kendaraan dan keterangan para korban selamat.Bagi keluarga Aldi, proses identifikasi di RS Bhayangkara Palembang menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan kepastian setelah perjalanan merantau itu berubah menjadi duka.***
Editor:Yusfreyendi