Home > Berita > Umum

Angkut 1,9 Juta Barel Minyak Mentah Senilai Rp3,8 Triliun Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau

Minggu, 03 Mei 2026 22:15 WIB
bangkut-19-juta-barel-minyak-mentah-senilai-rp38-triliun-kapal-tanker-iran-lolos-blokade-as-kini

POTRETNEWS.com — Kapal tanker Iran dikabarkan berhasil menghindari blokade militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan TankerTrackers, Ahad (3/5/2026). Kapal tanker super milik Iran tersebut membawa 1,9 juta barel minyak mentah senilai hampir 220 juta dollar AS (sekitar Rp3,8 triliun).

”Sebuah kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai Timur Jauh," tulis TankerTrackers di X, dilansir Anadolu, Ahad.

Kapal tersebut diidentifikasi sebagai “HUGE” (9357183) dan terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.

Saat ini dikabarkan sedang bergerak melalui Selat Lombok di Indonesia dan menuju ke Kepulauan Riau.

Menurut informasi pelacakan maritim, kapal tanker tersebut belum mengirimkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret, ketika meninggalkan Selat Malaka menuju Iran.

Kapal mengambil rute lebih jauh demi hindari blokade AS

Beberapa kapal tanker Iran mengambil rute yang lebih panjang dan untuk mengirim minyak ke China demi menghindari blokade militer AS. Dikutip dari Axios, Jumat (1/5/2026), Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, mengatakan bahwa kapal tanker Iran bernama "HUGE" menjadi bukti bagaimana sebuah kapal dapat menghindari blokade AS.

Secara teori, sebuah kapal dapat menyusuri pantai Pakistan dan India dalam perjalanannya menuju pelabuhan yang relatif aman di Selat Malaka, tempat minyak mentah biasanya dipindahkan ke kapal lain yang menuju China.

Pada titik tertentu, kata Madani, kapal tanker Iran yang terjebak blokade mungkin akan mencoba melakukan pelarian massal.

”Saya pikir Iran akan menunggu kesempatan untuk melancarkan 'Pelarian Besar' secara tiba-tiba setelah mereka membangun lebih banyak tempat penyimpanan di dekat perbatasan dengan Pakistan," jelas Madani kepada Axios yang dilansir Kompas.com.

Saat ini, ada banyak kapal tanker berlabuh di lepas pelabuhan Chabahar Iran, termasuk kapal SNOW yang baru saja dialihkan rutenya.

Seperti diketahui, AS melakukan blokade di Teluk Oman untuk menghalangi kapal-kapal yang menuju ke/dari pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026).

Hal itu dilakukan karena negosiasi AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan dan Teheran kukuh untuk memblokade Selat Hormuz.***

Editor:
Yusfreyendi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id