Home > Berita > Umum

Ketergantungan Pangan Provinsi Riau dari Luar Derah Jadi Sorotan Wamenko

Jum'at, 01 Mei 2026 14:32 WIB
bketergantungan-pangan-provinsi-riau-dari-luar-derah-jadi-sorotan-wamenkobWamenko Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq saat memberikan kuliah umum di Kampus Binawidya Universitas Riau. (foto dok. ANTARA)

RIAU, POTRETNEWS.com — Wakil Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq menyoroti ketergantungan pangan di Provinsi Riau yang memiliki potensi sumber daya alam besar namun masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Hanif menyampaikan Provinsi Riau belum optimal memanfaatkan sumber daya alam untuk menopang ketahanan pangan. Terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan daging sehingga terjadi paradoks pangan.

"Kita menyuplai kebutuhan pangan dari provinsi lain, padahal potensi kita besar,” katanya dalam Kuliah Umum di Universitas Riau, Kota Pekanbaru, Kamis.

Ia mencontohkan luas perkebunan kelapa sawit di Riau yang mencapai sekitar 4,5 juta hektare. Menurutnya, lahan tersebut bisa diintegrasikan dengan sektor pangan, seperti peternakan sapi maupun budidaya jagung, guna meningkatkan kemandirian pangan daerah.

Selain itu, ia menilai pemanfaatan jagung sebagai komoditas strategis juga belum maksimal, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak. Padahal, pengembangan jagung dinilai bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar.

Hanif juga menyinggung pentingnya meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi dan intensifikasi lahan.

Menurut dia, persoalan pangan tidak hanya terletak pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada rendahnya hasil produksi per hektare dan belum optimalnya pola tanam.

Ia menekankan, ketahanan pangan daerah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional. Tanpa kemandirian di tingkat daerah, kata dia, stabilitas pasokan pangan nasional akan rentan terganggu. “Kalau daerah tidak kuat, nasional juga tidak akan kuat,” ujarnya dilansir dari antaranews.com.

Dalam kesempatan itu, Hanif mendorong pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha di Riau untuk berkolaborasi dalam mengembangkan sektor pangan berbasis potensi lokal. Ia juga menilai Riau memiliki keunggulan dari sisi sumber daya energi dan alam yang dapat mendukung penguatan sektor pertanian.

”Riau punya minyak, punya sawit, punya lahan. Tinggal bagaimana semua itu diintegrasikan untuk mendukung ketahanan pangan,” ungkap Hanif.***

Editor:
Yusfreyendi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id