Home > Berita > Umum

Penyakit Langka Hanya 37 Kasus di Dunia, Seorang Perempuan di Riau Mengalami Menouria

Jum'at, 24 April 2026 20:12 WIB
bpenyakit-langka-hanya-37-kasus-di-dunia-seorang-perempuan-di-riau-mengalami-menouriab

RIAU, POTRETNEWS.com — Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau menangani seorang pasien perempuan berusia 27 tahun. Pasien tersebut mengalami kondisi menstruasi yang tidak melalui jalur normal.

Tim Divisi Uroginekologi Rekonstruksi Estetika RSUD AA, Dr Edy Fakhrizal, menjelaskan sejak lahir pasien belum pernah mengalami menstruasi melalui jalur reproduksi normal.

"Setiap bulan pasien tetap merasakan siklus haid, tetapi ditandai dengan perubahan saat buang air kecil selama beberapa hari," jelasnya di Pekanbaru, Jumat, 24 April 2026.

Dalam dunia kedokteran, kondisi ini disebut menouria. Menouria terjadi akibat adanya hubungan antara rahim dan kandung kemih serta belum terbentuknya saluran reproduksi secara sempurna sejak dalam kandungan. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan warna urin yang tampak kemerahan secara berkala setiap bulan, mengikuti pola siklus menstruasi. Kasus ini ditangani oleh tim multidisiplin. Selain dr Edy, penanganan juga melibatkan Divisi Urologi dr Muhammad Adan Yashar.

Edy menambahkan kondisi ini tergolong sangat jarang. Berdasarkan laporan ilmiah global, baru sekitar 37 kasus serupa yang pernah dilaporkan di dunia.

”Penanganan kasus ini diharapkan dapat menjadi tambahan informasi penting dalam pengembangan ilmu kedokteran," ujarnya dilansir dari metrotvnews.com.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, USG, hingga MRI, tim dokter memastikan bahwa pasien belum memiliki saluran reproduksi bagian bawah.

Temuan ini kemudian menjadi dasar dilakukannya tindakan rekonstruksi secara kolaboratif. Untuk mendukung penanganan, tim juga melibatkan dr Parsaoran Nababan dari Pontianak yang memiliki pengalaman dalam kasus serupa.

Dalam tindakan tersebut, masing-masing tim memiliki peran penting. Tim urologi yang dipimpin dr Adan bersama dr Parsaoran melakukan penyesuaian pada hubungan antara rahim dan kandung kemih. Mereka juga memperbaiki jalur kemih agar berfungsi dengan baik.

Sementara itu, tim uroginekologi yang dipimpin dr Edy Fakhrizal melakukan pembentukan saluran reproduksi baru serta penataan jalur agar proses menstruasi dapat berlangsung secara normal.

Seluruh tindakan berjalan dengan dukungan tim anestesi guna memastikan kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur. Pada tahap awal tindakan, fokus utama adalah pembentukan saluran reproduksi tersebut.

Proses berjalan dengan baik. Saat ini, pasien telah dapat mengalami siklus menstruasi secara normal. Ke depan, pasien diharapkan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman. Pasien juga memiliki peluang untuk berkeluarga setelah masa pemulihan.***

Editor:
Yusfreyendi

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id