Home > Berita > Umum

Gubernur ke-7 Riau Saleh Djasit Luncurkan Buku Jalan Hidup Anak Pujud

Rabu, 15 April 2026 12:18 WIB
bgubernur-ke7-riau-saleh-djasit-luncurkan-buku-ijalan-hidup-anak-pujudibSekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersiap membubuhkan tanda tangan di sampul buku ”Jalan Hidup Anak Pujud”.

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar peluncuran buku autobiografi Gubernur Riau periode 1998-2003 Brigjen TNI (Purn) Saleh Djasit SH berjudul Jalan Hidup Anak Pujud di Balai Rung Tenas Effendy, Rabu (15/4/2026).

Buku setebal 428 halaman yang memuat 13 bab ini merekam secara mendalam perjalanan hidup dan dinamika kepemimpinan mantan Gubernur ke- 7 Riau tersebut. Buku terbitan Taman Karya ini memakan waktu penulisan selama 18 tahun sejak 2008. Proses penyusunannya dibantu oleh tiga editor serta mendapat dorongan kuat dari mendiang Ketua FKPMR Dr drh Chaidir MM.

Rangkaian peluncuran diawali alunan musik instrumental Melayu, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan lantunan syair yang membalut acara dengan nuansa adat kental. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, dan Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Para Gubernur Riau seperti Wan Abu Bakar (gubernur ke-9), Arsyadjuliandi Rachman (gubernur ke-12), Wan Thamrin Hasyim (gubernur ke-13), dan Syamsuar (gubernur ke-14) turut hadir meramaikan acara bersama sejumlah tokoh masyarakat serta unsur forkopimda.

Syahrial Abdi yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, menilai karya sastra ini menjadi referensi penting dalam memahami masa transisi kepemimpinan di era reformasi. Kepemimpinan Saleh sangat diuji dalam menjaga stabilitas daerah, konsolidasi kelembagaan, hingga merespons tuntutan pembentukan kabupaten dan kota baru di masa otonomi.

”Pak Saleh lebih banyak mendengar daripada berbicara, dan lebih banyak bekerja daripada sekadar menyampaikan," urai Syahrial menceritakan kedisiplinan mantan atasannya tersebut.

Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengapresiasi peran Saleh dalam menjadikan adat dan budaya Melayu sebagai landasan utama pembangunan. Gagasan Visi Riau 2020 yang dirintis guna mewujudkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu Asia Tenggara masih menjadi pedoman arah pembangunan hingga saat ini.

Karakter kepemimpinan yang berakar pada budaya setempat juga mendapat pengakuan luas dari kalangan akademisi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Dr Saidul Amin, MA, melihat adanya panggilan moral yang kuat dalam diri Saleh untuk memadukan nilai keislaman dengan kearifan lokal Melayu.

Rektor Universitas Riau periode 1997–2006, Prof Dr Muchtar Ahmad, MSc, turut menyoroti pesan pelibatan kaum intelektual dalam memajukan daerah.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri Marjohan Yusuf, menyebut karya tulis yang jujur ini merupakan cerminan fondasi pembangunan Riau ke depan sekaligus pelajaran berharga bagi generasi penerus agar nilai-nilai kebaikan tetap terjaga.

Peluncuran ditandai dengan prosesi adat arak-arakan buku, tepuk tepung tawar yang diiringi tabuhan gendang panjang, penandatanganan sampul, serta penyerahan sertifikat apresiasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bertajuk Sambung Rasa yang menghadirkan sejumlah akademisi sebagai panelis untuk membedah makna di balik buku tersebut.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id