SIAK, POTRETNEWS.com — Warga Kualagasib, Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau meluapkan keresahan mereka terhadap kondisi jalan utama menuju situs bersejarah makam Putri Kaca Mayang yang tak kunjung diperbaiki. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat sekaligus dilintasi kendaraan perusahaan PT Kimia Tirta Utama (KTU) itu disebut telah bertahun-tahun dibiarkan tanpa perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan minimnya kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Khususnya wilayah yang selama ini disebut sebagai kawasan ring 1 perusahaan.
Padahal, jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian warga, tetapi juga menjadi akses menuju situs bersejarah makam Putri Kaca Mayang.Warga yang tinggal di sepanjang jalan harus menghadapi dampak langsung setiap hari. Saat cuaca panas, debu tebal menyelimuti rumah dan lingkungan. Sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur yang menyulitkan aktivitas.”Kalau panas, debunya luar biasa. Kalau hujan, becek. Kami yang tinggal di pinggir jalan ini yang paling merasakan dampaknya, lagian ini jalan menuju situs makam Putri Kaca Mayang,” ujar Rajab Husin (55), warga setempat, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai, selama ini perusahaan terkesan tidak peduli terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Aktivitas kendaraan perusahaan turut memperparah kerusakan jalan.Lebih jauh, Rajab menjelaskan pentingnya jalan tersebut sebagai akses menuju makam Putri Kaca Mayang, salah satu situs bersejarah yang kerap dikunjungi masyarakat. Terutama saat hari libur dan momen tertentu.”Ini kampung tua, ada makam bersejarah. Banyak orang datang ke sana. Tapi jalan kita seperti ini. Kami yang tinggal di sini setiap hari makan debu,” ungkapnya dilansir dari
tribunpekanbaru.com.”Jalan ini perlu diaspal dengan standar yang baik, supaya masyarakat tidak terus-menerus dirugikan dan akses ke makam bersejarah juga lebih layak. Tentunya ini tanggung jawab PT KTU,” ujar Rajab.
Ketua RW 03 Kualagasib, Yanto, mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama bagi sekitar 50 kepala keluarga di Simpang Putri Kaca Mayang.Selain itu, jalan ini menghubungkan ke Dusun Lubukmiam, area KKPA Koperasi Rimba Mutiara, hingga jalur keluar masuk masyarakat dari berbagai arah.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari warga. Termasuk anak-anak sekolah. ”Kalau hujan, berlumpur. Kalau panas, berdebu sampai masuk ke rumah-rumah.Anak-anak sekolah juga kasihan. Ini akses utama, tapi kondisinya tidak pernah benar-benar diperhatikan,” kata Yanto.Warga menilai, sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, PT KTU seharusnya memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Termasuk menjaga akses infrastruktur yang digunakan bersama.Mereka meminta pihak perusahaan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.***
Editor:Yusfreyendi