Home > Berita > Umum

60 Tahun BRK Syariah, Perjalanan Bank Daerah Warnai Industri Perbankan Indonesia

Rabu, 01 April 2026 10:33 WIB
Redaksi
b60-tahun-brk-syariah-perjalanan-bank-daerah-warnai-industri-perbankan-indonesiab
RIAU, POTRETNEWS.com — PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah merayakan hari jadinya yang ke-60 tahun pada hari ini, Rabu 1 April 2026. Kiprah BRK Syariah selama enam dekade mewarnai sektor perbankan Tanah Air, bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu 60 tahun, BRK Syariah telah berkembang menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. BRK Syariah memiliki jaringan kantor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), serta kantor cabang di Jakarta.

Pada akhir tahun 2025, bank yang dipimpin Helwin Yunus sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama ini menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif, ditandai dengan pertumbuhan dana tabungan sebesar 7 persen, dari Rp8,11 triliun pada 2024 menjadi Rp8,68 triliun. Capaian tersebut didorong oleh inovasi produk dan kepercayaan nasabah. Berbagai inovasi yang ditelurkan BRK Syariah itu pada akhirnya diganjar penghargaan dalam ajang Top BUMD Awards 2024 dan 2025.

Kehadiran BRK Syariah selama enam dekade diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran bank daerah sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menaruh harapan agar BRK Syariah terus menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

”BRK Syariah ini harapan kita sebagai pilar untuk mendukung pendapatan ekonomi dan roda ekonomi Riau," kata SF Hariyanto usai RUPS-LB BRKS, Selasa (31/3/2026) malam.

Untuk itu, SF Hariyanto meminta sinergi seluruh pihak terkait diperlukan agar peran BRK Syariah semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

”Kita sangat berharap betul dengan BRK Syariah ini. Kita minta semua pihak terkait bekerjasama, bekerja dengan baik dan semangat," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, mengatakan bahwa BRK Syariah akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan syariah yang terbaik kepada masyarakat Riau dan Kepulauan Riau.

Kemudian menurutnya, BRK Syariah juga akan terus mendukung pembangunan Riau dan Kepulauan Riau melalui berbagai program dan kegiatan yang berpihak kepada masyarakat.

”Milad ke-60 BRK Syariah ini adalah momentum untuk memperkuat kinerja dan daya saing sebagai bank syariah daerah yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemprov Riau Tambah Modal BRK Syariah

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana melakukan penambahan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) di sektor perbankan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan saat rapat di Kantor Gubernur Riau, Jumat (27/3/2026), mengatakan penanaman modal untuk BRK Syariah direncanakan pada tahun 2027 mendatang.

Kebijakan itu diharapkan mampu memperkuat peran kedua BUMD tersebut dalam mendukung pembiayaan dan akses permodalan bagi masyarakat serta pelaku usaha di daerah.

Pada bagian lain Job Kurniawan mengatakan, bahwa kebijakan penambahan penyertaan modal difokuskan pada sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian daerah.

”Fokus kita adalah memperkuat BUMD yang bergerak di sektor perbankan dan penjaminan kredit agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Job, bahwa penanaman modal pada BRK Syariah direncanakan pada tahun 2027 dengan mempertimbangkan kesiapan dan kondisi keuangan daerah.

Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja BUMD secara berkelanjutan.

Dari BPD, BRK, hingga BRK Syariah

Perlu diketahui BRK Syariah didirikan pada 1 April 1966 oleh Pemerintah Provinsi Riau sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang kemudian berubah menjadi PT Bank Riau Kepri (BRK) pada 2002. Perubahan itu tak lama setelah Kepulauan Riau resmi terbentuk sebagai provinsi ke-32 di Indonesia, di tahun yang sama.

Pada tahun 2019 pemegang saham membuat keputusan besar dengan melakukan konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah.

Hanya butuh tiga tahun persiapan, pada Kamis 25 Agustus 2022, Wakil Presiden (Wapres) RI ketika itu, Ma'ruf Amin meresmikan status baru BRK menjadi BRK Syariah di Menara Dang Merdu di Pekanbaru.

Dalam momen bersejarah itu, Wapres RI yang didampingi langsung oleh Syamsuar (Gubernur Riau), Ansar Ahmad (Gubernur Kepulauan Riau), dan Direktur Utama BRK Andi Buchari menandatangani praasti sekaligus menenkan touchscreen menandai beroperasinya BRK Syariah.

Dalam sambutannya Ma'ruf Amin mengatakan, di balik peresmian ini terdapat perjalanan panjang melewati proses konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah.

”Jika peresmian ini adalah tujuan, maka kendaraan yang mengantarkannya adalah keinginan, iktikad dari seluruh jajaran BRK, komitmen Pemerintah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, dukungan OJK, Bank Indonesia dan juga pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Wapres RI menyebut, proses konversi BRK Syariah ini yang tidak kalah pentingnya adalah restu dari masyarakat sebagai sumber bahan bakar, sehingga proses konversi bisa berjalan dengan baik.

Namun wapres mengingatkan, momentum peresmian ini bukanlah menandakan akhir dari perjalanan, justru ini adalah awal dari kemudi syariah yang diharapkan akan memacu laju semakin kencang semakin terarah dan semakin berkah. Selamat milad, BRK Syariah!***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id