Home > Berita > Umum

Dijanjikan Bekerja di Malaysia, Gadis Asal Siak Dikabarkan Telantar di Kamboja

Selasa, 03 Maret 2026 18:21 WIB
bdijanjikan-bekerja-di-malaysia-gadis-asal-siak-dikabarkan-telantar-di-kambojabIlustrasi. Sumber: TUBAN SMART CITY

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Seorang perempuan muda asal Kabupaten Siak, Riau, dikabarkan terlantar di Kamboja setelah diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja.

Informasi mengenai kondisi korban ramai beredar di media sosial dan memicu perhatian publik. Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan langsung melakukan tindak lanjut.

”BP3MI Riau sudah menerima laporan dari pihak keluarga. Sudah kami tindak lanjuti dengan menyurati pimpinan pusat dan juga perwakilan RI di Kamboja,” ujar Fanny, Selasa (3/3/2026).

Korban diketahui bernama Susi Yanti Br Sinaga (22), warga Lubuklalam, Siak. Ia berangkat ke luar negeri pada 12 Desember 2025 bersama seorang kenalannya berinisial BS.

Awalnya, Susi dijanjikan bekerja di Malaysia, namun belakangan justru dibawa ke Kamboja dan disebut bekerja di sektor industri daring yang diduga berkaitan dengan praktik penipuan online (scammer).

Belakangan, kondisi Susi dilaporkan memburuk hingga harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kamboja. Pihak keluarga mengaku diminta menanggung biaya pengobatan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, muncul pula permintaan tambahan biaya medis dengan ancaman korban akan disuntik mati apabila keluarga tidak mampu membayar.

Foto dan tangkapan layar video panggilan yang beredar menunjukkan Susi terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang terpasang di hidung dan mulutnya.

Keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke KBRI dan BP3MI Riau, serta berharap pemerintah dapat membantu proses pemulangan korban ke tanah air dalam kondisi selamat.

Melansir tribunpekanbaru.com, Fanny menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pengecekan dari perwakilan RI melalui KBRI Phnom Penh yang sedang menelusuri keberadaan dan kondisi korban di rumah sakit.

BP3MI Riau, kata dia, terus berkoordinasi untuk memastikan langkah penanganan selanjutnya.***

Editor:
Yusfreyendi

Kategori : Umum, Siak
wwwwww
www.amsi.or.id