JAMBI, POTRETNEWS.com — Konektivitas jalan di Pulau Sumatera sedang bersiap memasuki babak baru yang revolusioner dengan adanya jalan tol. Dengan segera dimulainya pembangunan ruas Tol Jambi–Rengat, mimpi besar menghubungkan ujung selatan hingga tengah Pulau Sumatera melalui jalur bebas hambatan kini berada di depan mata. Seperti diketahui, perjalanan dari Provinsi Lampung menuju Pekanbaru, Riau melewati Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi biasanya memakan waktu satu hari penuh.
Jika seluruh ruas ini tersambung dengan jalan tol, diprediksi akan terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 12 jam.
Momen Tiga Provinsi Jadi SatuMelansir
tribunnews.com, sejak November 2019, Lampung dan Sumatera Selatan telah terhubung penuh. Kini, integrasi koridor ekonomi tersebut meluas ke Provinsi Jambi. Sejumlah ruas strategis pada koridor Palembang–Jambi telah mulai beroperasi, di antaranya: - Palembang–Betung (69 km) - Bayung Lencir–Tempino (bagian dari Tol Betung–Tempino–Jambi).
Gubernur Jambi, Al Haris sebelumnya pernah menyebut perkembangan jalan tol ini sebagai urat nadi ekonomi yang vital. Kehadiran jalan tol ini memangkas waktu tempuh Palembang–Jambi dari semula 7 jam menjadi hanya 2-3 jam.Efisiensi luar biasa juga terlihat pada ruas Bayung Lencir–Tempino, di mana waktu tempuh 1,5 jam kini hanya memerlukan 15 menit saja.
Tol Jambi–Rengat: Mata Rantai yang DinantiKabar gembira datang dari akselerasi JTTS tahap kedua, yakni ruas Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. Ruas ini adalah kunci utama untuk menyambungkan Jambi ke Riau.Selama ini, perjalanan Jambi–Pekanbaru membutuhkan waktu hingga 12 jam, namun dengan tol ini, durasi tersebut akan dipangkas menjadi hanya 3 sampai 4 jam. Dukungan finansial telah diamankan melalui pendanaan internasional dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang sistematis:1. Tahap Finalisasi Dokumen dan Administrasi (2026) Sepanjang tahun 2026, fokus utama terletak pada penyelesaian seluruh aspek administratif.Tahapan ini mencakup finalisasi Green Book di Bappenas, revisi Detail Engineering Design (DED), hingga pengurusan dokumen AMDAL.Pemerintah juga tengah merampungkan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk memastikan kelancaran pencairan dana pembebasan lahan yang sempat terhambat.2. Tahap Penandatanganan Kontrak dan Lelang (Awal 2027) Memasuki kuartal pertama tahun 2027, proyek ini dijadwalkan melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement) dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dukungan pendanaan internasional ini menjadi mesin utama penggerak proyek. Segera setelah pendanaan cair, proses lelang akan dibuka untuk menentukan pelaksana konstruksi.3. Tahap Konstruksi Fisik dan Skala Prioritas (2027-2028) Konstruksi fisik akan dimulai pada tahun 2027. Pengerjaan akan diprioritaskan pada fase pertama, yakni ruas Simpang Ness (Jambi) hingga Merlung sepanjang 67 kilometer. Salah satu tantangan teknis terbesar pada tahap ini adalah pembangunan jembatan bentang panjang yang akan melintasi Sungai Batanghari, yang memerlukan perencanaan konstruksi khusus.4. Tahap Ekspansi Ruas Sencalang-Rengat Setelah fase awal berjalan, pembangunan akan diteruskan menuju Sencalang hingga akhirnya menyambung ke Rengat. Kementerian PU terus mendorong agar seluruh ruas ini bisa terkoneksi sepenuhnya, mengingat minat pendanaan dari pihak AIIB yang sangat kuat untuk membiayai proyek secara total.5. Tahap Operasional Penuh (2029) Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Tol Jambi–Rengat ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2029.Pada titik ini, arus logistik di Sumatera bagian tengah diharapkan melaju lebih cepat, memangkas biaya operasional kendaraan, dan menghapus hambatan waktu yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan nasional.
Efisiensi Konstruksi dengan Teknologi ModernKecepatan pembangunan ini tidak lepas dari penggunaan teknologi terkini. Proyek ini memanfaatkan Building Information Modeling (BIM) yang terbukti mampu mempercepat waktu konstruksi.Sebagai contoh, salah satu segmen pengerjaan oleh KSO PT Hutama Karya berhasil diselesaikan dalam 473 hari, jauh lebih cepat dari rencana awal 599 hari.***
Editor:Akam Sophian