Home > Berita > Umum

Dikirim dari Tanjungpinang Menuju Sumsel, 1.000 Ton Beras Diduga Selundupan Disita Aparat di Karimun Kepulauan Riau

Senin, 19 Januari 2026 21:31 WIB
bdikirim-dari-tanjungpinang-menuju-sumsel-1000-ton-beras-diduga-selundupan-disita-aparat-di-karimun

KEPULAUAN RIAU, POTRETNEWS.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan adanya temuan 1.000 ton beras yang diduga diselundupkan di Kawasan Bea Cukai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Januari 2026.

”Ini (pelaku) ditangkap dan kami minta itu ditindak tegas,” kata Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Amran Sulaiman saat meninjau temuan beras diduga ilegal. Amran Sulaiman menyatakan ribuan ton beras yang diduga ilegal itu telah disita aparat.

Beras tersebut diduga diangkut menggunakan enam kapal dan dikirim dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Mentan mengatakan heran akan tujuan pengiriman beras ke Palembang. Sebab, menurut dia, jumlah produksi beras di sana mencapai 3,5 juta ton dan surplus sebesar 1,1 juta ton. Ia kemudian mengingatkan penyeludupan pangan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan dapat menimbulkan dampak besar bagi sektor pangan.

Dalam kesempatan itu, Amran Sulaiman juga menyinggung soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia telah swasembada pangan di Karawang dan melalui forum PBB. ”Jangan mengganggu swasembada kita, ini pengkhianat bangsa, menurut saya,” tuturnya melansir tempo.co.

Badan Pangan Nasional menyatakan salah satu bukti pencapaian swasembada beras adalah kondisi surplus produksi yang sudah mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, surplus produksi terhadap konsumsi beras mencapai 3,52 juta ton pada 2025. Jumlah tersebut berasal dari total produksi sebanyak 34,71 juta ton yang dinilai telah melampaui kebutuhan konsumsi 31,19 juta ton.

Badan Pangan Nasional pun membandingkan jumlah surplus produksi beras pada 2022 yang berada di 31,54 juta ton, sedangkan konsumsi beras 30,51 juta ton, sehingga masih ada surplus 1,02 juta ton. Dengan demikian, Badan Pangan Nasional menyatakan surplus produksi terhadap konsumsi beras di tahun 2025 meningkat hingga 243,2 persen jika dibandingkan pada 2022.***

Editor:
Akam Sophian

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id