Seorang Warga Telukmasjid Siak Berpapasan dengan Harimau saat Hendak Memancing, Jaraknya Hanya 4 Meter

Sabtu, 10 Januari 2026 14:28 WIB
bseorang-warga-telukmasjid-siak-berpapasan-dengan-harimau-saat-hendak-memancing-jaraknya-hanya-4Petugas BBKSDA Riau mengukur jejak harimau sumatra yang ditemukan di Kampung Telukmasjid, Kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak, Jumat (9/1/2026).

SIAK, POTRETNEWS.com — Niat Zulfikar untuk menghabiskan malam dengan memancing nyaris berubah menjadi pengalaman mencekam. Warga kampung Telukmasjid, Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak itu berhadapan langsung dengan seekor Harimau Sumatra saat dalam perjalanan menuju lokasi memancing, Kamis, 8 Januari 2026, malam.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Zulfikar menyusul dua rekannya yang lebih dulu berangkat ke lahan perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Ia mengendarai sepeda motor menyusuri jalan kebun yang mulai gelap.

Dari kejauhan, ia melihat sorot mata yang dikiranya berasal dari sapi. Namun saat ia menoleh dan mengarahkan senter ke arah kebun, Zulfikar tersentak.

Di seberang parit yang membatasi jalan dan kebun, dengan jarak sekitar empat meter, berdiri seekor Harimau Sumatera.

Perjumpaan singkat itu membuat Zulfikar memilih tidak melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi panik, ia segera menjauh dan berhenti di sebuah pondok pekerja koperasi.

Di sana, Zulfikar memberi tahu rekan-rekannya tentang keberadaan harimau. Ia menyarankan agar mereka mencari tempat berlindung serta menghentikan aktivitas memancing malam itu.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau langsung melakukan pengecekan lapangan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan lokasi kejadian berada di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid. Dari hasil klarifikasi di lapangan, ia menegaskan tidak ada warga yang menjadi korban serangan Harimau Sumatera.

”Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera, bukan penyerangan. Informasi yang menyebut ada warga diterkam tidak benar,” ujar Supartono, Sabtu (10/1/2026).

Ia juga meluruskan kabar lain yang menyebutkan banyak sapi dilepas di sekitar lokasi konflik. Berdasarkan hasil konfirmasi, sapi-sapi tersebut tidak berada di area perjumpaan antara Zulfikar dan satwa liar tersebut.

Dalam pengecekan lapangan yang didampingi aparat setempat, tim BBKSDA Riau menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya.

Jejak itu ditemukan pada titik koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT, dan diperkirakan berasal dari satu ekor harimau. Supartono menjelaskan, lokasi perjumpaan berada di kawasan APL atau area penggunaan lain. Sementara arah jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.

Sebagai langkah pencegahan, BBKSDA Riau telah menyampaikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa. Warga diminta untuk lebih waspada, tidak beraktivitas sendirian, dan mengutamakan kegiatan secara berkelompok.

”Masyarakat kami imbau untuk menghindari aktivitas pada jam-jam aktif Harimau Sumatera, terutama malam hari, serta segera melapor jika kembali melihat tanda-tanda keberadaan satwa tersebut,” kata Supartono dilansir tribunpekanbaru.com.

BBKSDA Riau memastikan pemantauan di lapangan akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik dan menjaga keselamatan masyarakat.***

Editor:
Akam Sophian

Kategori : Peristiwa, Siak
wwwwww
www.amsi.or.id