Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemprov Riau Paparkan Capaian Pembangunan dan Tantangan Fiskal

Rabu, 31 Desember 2025 22:35 WIB
brefleksi-akhir-tahun-2025-pemprov-riau-paparkan-capaian-pembangunan-dan-tantangan-fiskalb

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencatat proyeksi realisasi pendapatan daerah 2025 sebesar Rp8,21 triliun atau 86,77 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang ditetapkan Rp9,47 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto dalam agenda refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik terkait kinerja pemerintahan, kondisi fiskal, serta strategi menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Ia menguraikan bahwa sepanjang 2025 kondisi fiskal daerah dihadapkan pada berbagai tantangan. Meski demikian, pengelolaan keuangan daerah dinilai masih berada dalam koridor yang terkendali. Proyeksi realisasi pendapatan daerah, katanya, tetap mampu mencapai Rp8,21 triliun.

”Proyeksi realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD sebesar Rp4,19 triliun atau 80,59 persen. Sementara pendapatan transfer diperkirakan mencapai Rp4,02 triliun atau 94,36 persen, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp6,22 miliar atau 67,26 persen,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja daerah Provinsi Riau hingga akhir 2025 diproyeksikan sebesar Rp7,93 triliun atau 83,70 persen dari total anggaran yang telah dialokasikan. Menurutnya, capaian tersebut tetap difokuskan untuk memenuhi belanja wajib dan belanja prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, meskipun pemerintah daerah harus bergerak dalam keterbatasan ruang fiskal.

Untuk menjaga stabilitas keuangan, Pemprov Riau menempuh sejumlah langkah pengendalian. Salah satunya melalui kebijakan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara sebesar 30 persen selama Oktober hingga Desember 2025.

”Langkah yang kami ambil di antaranya pengurangan TPP ASN sebesar 30 persen pada Oktober, November, dan Desember. Di sisi lain, pemenuhan belanja wajib tetap menjadi prioritas, sembari menggali potensi pendapatan lain,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan optimalisasi sumber pendapatan alternatif sebagai bagian dari strategi jangka menengah. Beberapa diantaranya melalui pembangunan Hotel Riau di Jakarta serta pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru sebagai aset daerah yang diharapkan dapat menopang pembiayaan pembangunan ke depan.

Dengan rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah daerah menyatakan tetap optimistis pembangunan di Riau dapat berjalan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan tekanan fiskal nasional. ***

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id