PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pengurus Besar Keluarga Alumni Pesantren Darel Hikmah (PB KAPDH) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII dan Reuni Akbar yang berlangsung khidmat di Ballroom Mona Hotel, Kota Pekanbaru dengan mengusung tema ”Menyulam Ingatan, Menguatkan Ikatan” pada, Kamis (25/12/2025) pagi.
Acara yang mempertemukan alumni dari berbagai wilayah ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi strategis dan kontribusi nyata lulusan pesantren di berbagai sektor pengabdian. Agung Nugroho Wali Kota Pekanbaru, dalam sambutannya sekaligus membuka acara memberikan apresiasi luar biasa terhadap eksistensi KAPDH yang kian solid.
Menurutnya, keberadaan alumni pesantren di tengah masyarakat urban merupakan penyeimbang antara kemajuan teknologi dan penjagaan moralitas.”Pemerintah Kota Pekanbaru melihat alumni Darel Hikmah bukan sekadar entitas organisasi, melainkan pilar penting dalam pembangunan manusia. Kami membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas tinggi yang berakar pada ajaran agama," ujar Agung.Lebih lanjut, Agung juga mengajak KAPDH untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada di pemerintahan.
”KAPDH memiliki basis massa yang luas dan terdidik. Kami berharap kolaborasi ini melahirkan program-program konkret yang langsung menyentuh masyarakat, sehingga pemerintahan di daerah menjadi wilayah yang lebih berkah dan maju, terkhususnya Kota Pekanbaru," tutur Agung.Senada dengan itu, Dewan Pembina KAPDH Achmad Syafruddin, turut memberikan arahan yang tegas bagi para peserta Munas. Ia menekankan agar seluruh alumni tetap memegang teguh identitas sebagai pembawa panji-panji Islam (Hamilul Qur’an) dalam kondisi dunia yang kian bising dengan arus informasi yang tidak menentu.”Munas ini jangan hanya terjebak pada urusan suksesi kepemimpinan. Perlu adanya tujuan bersama agar penguatan keislaman di tengah umat tetap menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh menjadi kelompok yang eksklusif, alumni Darel Hikmah saat ini tersebar kurang lebih ada lima belas ribu orang," tegasnya.Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa ilmu yang didapat di pesantren harus diimplementasikan secara inklusif sehingga masyarakat merasakan kesejukan dan pencerahan dari kehadiran alumni Darel Hikmah.Sementara itu, Ketua Umum PB KAPDH Ahmad Royhan Qodri, menyoroti pentingnya efektivitas jumlah alumni yang besar agar tidak sekadar menjadi angka, melainkan kekuatan yang berdaya.
"Visi besar yang diusung dalam Munas kali ini adalah membangun ekosistem ekonomi dan sosial antaralumni. Jika ada alumni yang memiliki usaha, marilah alumni yang lain menjadi pendukung utamanya. Jika ada alumni yang sedang merintis karier, marilah yang senior menjadi mentornya," tegas Ahmad Royhan Qodri yang akrab disapa Royhan.Selanjutnya, ia juga menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada seberapa erat alumni berpegangan tangan dalam jaringan yang konkret, bukan sekadar basa-basi di media sosial."Keberhasilan seorang alumni bukan diukur dari seberapa tinggi jabatannya di ibu kota, tapi seberapa besar manfaat yang ia berikan bagi lingkungan sekitarnya," kata Royhan.Kemudian, ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi untuk memilih kepengurusan, melainkan sebuah ritual spiritual dan kultural yang mendalam."Menyulam ingatan berarti mengambil kembali benang-benang nilai ajaran pondok tentang kemandirian, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, dan keikhlasan untuk kita tenun kembali menjadi pakaian kebesaran kita di masa kini," ujarnya.Turut hadir sejumlah alumni yang menjadi tokoh penting yaitu; DPD RI KH Mursyid, Anggota DPRD Provinsi Imustiar, Bupati Siak Afni Z, Anggota DPRD Pekanbaru Hamdani dan Firman, Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh, hingga jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) daerah lainnya.***