Bupati Tapteng Terjebak Longsor saat Pulang Dinas dari Medan di Jalan Tarutung, Jalan Kaki Hampir Satu Malam

Kamis, 27 November 2025 21:05 WIB
bbupati-tapteng-terjebak-longsor-saat-pulang-dinas-dari-medan-di-jalan-tarutung-jalan-kaki-hampirBupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu

SUMATRA UTARA, POTRETNEWS.com — BUPATI Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu terjebak di Tapanuli Utara saat melakukan perjalanan pulang dari dinas di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Mobil yang digunakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini sedang menuju Tapanuli Tengah (Tapteng) saat longsor terjadi di beberapa titik sehingga menghalangi kendaraannya.

Rombongannya yang terdiri dari lima mobil tertahan di jalan karena tanah longor di sejumlah titik. Material longsor menimbun jalanan sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Rombongan tidak bisa memutar balik karena longsor juga terjadi di arah sebaliknya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 25 November 2025. ”Saya terjebak di jalan raya dari Tarutung menuju Sibolga," kata Masinton kepada Tempo pada Kamis, 27 November 2025.

Akibat mobilnya terjebak, Masinton pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. ”Saya jalan kaki tadi malam, (saat ini) baru sampai perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Tapi masih jauh lagi Tapanuli Tengahnya. Jalan kaki hampir satu malam melintasi timbunan longsor," ucap dia.

Dilansir dari Tempo yang menghubunginya, Masinton berada di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara. Masinton berujar ingin meneruskan perjalanan ke Tapanuli Tengah, namun belum dapat melakukannya.

”Oleh kepolisian tidak disarankan untuk melanjutkan karena kondisi banjir, hujan, longsor terus,” tuturnya.

Cuaca ekstrem mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir yang terjadi dalam dua hari kemarin mengalir cukup deras dan menghantam rumah warga di beberapa daerah.

Bencana itu menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. ”Arus air juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga,” kata Abdul melalui keterangan tertulis pada Rabu, 26 November.

Banjir dan tanah longsor turut menyebabkan terputusnya akses jalan ke beberapa kabupaten/kota. Jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah juga terputus akibat bencana ini.***

Editor:
Akam Sophian

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id