Home > Berita > Umum

Pimpin Rapat di Bawah Pohon, Bupati Pelalawan Nyaris Ketiban Mangga Jatuh saat Menyebut Rp8 Miliar

Jum'at, 14 November 2025 15:27 WIB
bpimpin-rapat-di-bawah-pohon-bupati-pelalawan-nyaris-ketiban-mangga-jatuh-saat-menyebut-rp8-miliarb
PELALAWAN, POTRETNEWS.com — Momen unik terjadi saat Bupati Pelalawan, Riau, Zukri Misran, memimpin rapat di pekarangan dinasnya. Ia nyaris ketiban buah mangga. Kejadian Bupati Zukri nyaris ditimpa buah mangga itu sempat terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok resmi Bupati Pelalawan @Zukri Bupatiku, tampak buah mangga jatuh di samping kirinya. Zukri tampak sedang memimpin rapat dengan suasana santai. Ia memakai baju putih lengan panjang. Di sampingnya ada asisten, para kepala dinas, dan lainnya.

Saat Zukri menyebut angka Rp8 miliar, tiba-tiba jatuh satu buah mangga di atas meja. Zukri dan peserta rapat kaget. Buah mangga yang jatuh di sisi kirinya membuat meja bergetar.

Botol air mineral dan cangkir kopi pun dibuat tumbang. Zukri Misran saat diwawancarai Kompas.com bercerita bahwa kejadian itu terjadi pada Selasa (11/11/2025) pagi.

Bahas DBH di Bawah Pohon

"Pagi itu, kami rapat di luar samping rumah dinas di bawah pohon mangga. Kami rapat sudah ada sejam, pas saya bilang Rp8 miliar, tiba-tiba jatuh buah mangga yang nyaris menimpa saya. Ya, kaget kami semuanya," cerita Zukri sembari tertawa melalui sambungan telepon, Jumat (14/11/2025).

Mangga jatuh beberapa detik setelah ia mengatakan angka Rp8 miliar. Angka yang dikatakan itu, kata Zukri, sedang membahas soal dana bagi hasil (DBH) sawit Kabupaten Pelalawan, yang sangat jauh menurun karena dipangkas pusat.

”Kami kan diskusi masalah DBH sawit yang jauh turun. Dari Rp20 miliar menjadi Rp8 miliar. Nah, pas saya bilang Rp 8 miliar itulah mangga jatuh. Untung enggak kena kepala saya," kata Zukri.

Zukri mengaku, dirinya memang lebih suka rapat di ruangan terbuka. Beberapa kali dia bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) rapat di pekarangan rumah dinas yang hijau dengan tumbuhan.

”Beberapa kali kami buat rapat di bawah pohon. Suasananya sejuk dan alami. Kami juga dapat mengurangi penggunaan AC dan bisa hemat energi," sebut Zukri.

Pada saat rapat yang sempat ada kejadian buah mangga jatuh, suasananya santai tetapi serius. Bahas TKD Zukri mengatakan, pihaknya berdiskusi mengenai dana transfer ke daerah (TKD) yang dipangkas pusat, seperti DBH sawit dan migas.

Pelalawan sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 500.000 hektar. ”Kami kehilangan Rp277 miliar DBH sawit," ungkap Zukri dilansir kompas.com.

Kendati demikian, Zukri tetap bekerja optimal dengan anggaran yang terbatas, meski pemangkasan TKD itu sangat berdampak kepada kegiatan dan program pemerintah.

”Kami tetap membangun paham optimistis. Dengan TKD sebanyak itu, kami gunakan sebaik mungkin dan mana yang prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ya, mungkin (dampaknya) ada OPD yang tidak ada anggaran, tidak ada kegiatan, cuma pelayanan saja," kata Zukri.

Soal pendidikan, misalnya, Zukri mengatakan bahwa pihaknya menjalankan program khusus bantuan seragam sekolah. Bantuan seragam sekolah diberikan kepada anak yatim dan kurang mampu.

”Program seragam sekolah gratis sudah berjalan tahun ketiga. Fase pertama kami kasih dua pasang, kemudian ditambah tiga pasang. Nah, tahun depan seluruh sekolah kasih. Tapi memang tidak rata, misalnya anak yang kurang mampu dapat dua pasang, sedangkan yang umum dapat satu pasang," kata Misran.

Selain itu, Pemkab Pelalawan juga fokus kepada pengembangan wisata. Pelalawan memiliki satu tempat wisata keajaiban dunia, yakni Ombak Bono atau dikenal dengan "Seven Ghost".

"Kami juga fokus mengembangkan wisata karena wisata salah satu cara yang mudah menggerakkan ekonomi. Kami sedang menyiapkan beberapa event," kata Zukri.***

Editor:
Akam Sophian

Kategori : Umum, Pelalawan
wwwwww
www.amsi.or.id