RIAU, POTRETNEWS.com — Di tengah laju digitalisasi yang tak terelakkan, kemampuan untuk mencerna dan memanfaatkan informasi secara bijak menjadi semakin krusial. Menyadari hal ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau menggandeng Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru menggelar workshop penyiaran bertajuk ”Santri Cerdas Bermedia, Wujudkan Penyiaran Agamis dan Berbudaya” pada Selasa (4/11/2025) pagi. Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Dar El Hikmah, Yasmar, yang mewakili ketua yayasan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif KPI Daerah Riau dalam menyelenggarakan workshop penyiaran ini.
Ia menekankan bahwa di era modern ini, media telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, termasuk para santri. Oleh karena itu, pembekalan kegiatan ini menjadi sangat penting agar mereka dapat memanfaatkan media secara positif dan bertanggung jawab.”Kami dari Yayasan Dar El Hikmah mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPI Daerah Riau atas terselenggaranya kegiatan workshop penyiaran di Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan. Kami melihat bahwa media sudah menjadi konsumsi bagi generasi muda, terutama kalangan santri," kata Yasmar.Menurutnya, kegiatan ini sudah sangat tepat dilaksanakan sebagai sarana edukasi kepada peserta didik khususnya kalangan generasi muda, bagaimana generasi muda bisa memanfaatkan media sebagai sarana kebaikan bukan digunakan sebagai tindakan keburukan.
”Dunia siber juga tidak bisa dilawan dan terbantahkan. Namun, kita juga harus memanfaatkan peluang-peluang tersebut untuk menebarkan kebaikan sebagai ladang dakwah dengan menanamkan nilai-nilai islami yang bisa disampaikan kepada masyarakat," tambah Yasmar.Lebih lanjut, ia mengungkapkan kegiatan tersebut lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Namun, workshop ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya etika bermedia serta mendorong santri dalam pemanfaatan platform digital sebagai sarana dakwah yang konstruktif.Ketua KPI Daerah Riau, diwakili oleh Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Ahmad Royhan Qodri, dalam sambutannya menekankan peran strategis media bagi pesantren.Menurutnya, media memiliki potensi besar sebagai sarana dakwah, literasi, dokumentasi, dan branding pesantren.”Pesantren punya banyak khazanah keilmuan, nilai moral, dan tradisi yang bermanfaat bagi masyarakat. Media menjadi sarana untuk menyebarkan pesan itu lebih luas, baik melalui berita, artikel, video, maupun media sosial," jelas Ahmad Royhan.
Pada bagian lain, pria yang akrab disapa Royhan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi media pesantren, seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya keterampilan digital, serta persaingan dengan arus informasi yang sering kali diwarnai hoaks dan konten negatif.Oleh karena itu, ia mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten kreatif yang edukatif dan bermanfaat.”Kami berharap para santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang positif dan inspiratif. Santri harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi, serta menyebarkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin," ujarnya.Para workshop itu, peserta mendapatkan pembekalan intensif dari tiga narasumber yang kompeten di bidangnya yang dimoderatori oleh Romi Ainur, Staf KPI Daerah Riau.Adapun narasumber kegiatan yaitu; Falzan Surahman, Anggota (Commissioner) KPI Daerah Riau yang menjelaskan peranan, wewenang, dan tanggung jawab KPI Daerah Riau dalam melakukan pengawasan di lembaga penyiaran.Kemudian Heru Rinaldo, Pemimpin Redaksi
Riau Televisi, berbagi ilmu tentang produksi jurnalistik televisi yang beretika dan berbudaya. Ia menjelaskan tentang proses kerja redaksi, penulisan naskah berita yang akurat dan berimbang, teknik liputan yang profesional, wawancara yang mendalam, hingga proses editing yang cermat dan penerapan nilai agama serta budaya dalam setiap tayangan.Sementara itu, Ketua Relawan TIK Riau Wahyu Ari Sandi, memotivasi para santri untuk menjadi konten kreator yang agamis, berbudaya, dan inspiratif.Ia memberikan tips dan trik mengenai mindset konten kreator, penentuan tema yang relevan dengan nilai-nilai Islami, penulisan skrip yang menarik dan edukatif, teknik produksi konten sederhana dengan memanfaatkan smartphone, editing dasar dengan aplikasi yang mudah digunakan, publikasi konten melalui berbagai platform media sosial, serta branding positif dan strategi melawan hoaks.Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari santri tingkat SMA, guru pembimbing, dan pengurus organisasi santri yang merupakan pengejawantahan dari komitmen KPI Daerah Riau dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Riau untuk mewujudkan ”Riau Bedelau” (Riau Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, dan Maju).***