Fokus Tangkal Hoaks, KPI Daerah Riau Gandeng STAI Auliaurrasyidin Gelar Diskusi di Wilayah Perbatasan

<b>Fokus Tangkal Hoaks, KPI Daerah Riau Gandeng STAI Auliaurrasyidin Gelar Diskusi di Wilayah Perbatasan</b>

Foto: Ketua KPI Daerah Riau Bambang Suwarno menyerahkan cendera mata kepada Ketua STAI Auliaurrasyidin Dr Masriani (atas). Jajaran KPI Daerah Riau bersama mahasiswa peserta diskusi (bawah). (F-ISTIMEWA)

Rabu, 01 Oktober 2025 17:10 WIB
Ofika Rahmat Julias

TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com — Di tengah derasnya arus informasi digital yang tak terbendung, ancaman hoaks atau berita palsu menjadi momok yang menakutkan, terutama di wilayah perbatasan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau mengambil langkah strategis dalam memerangi penyebaran hoaks di wilayah perbatasan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, KPI Daerah Riau menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan untuk menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peran Perguruan Tinggi dalam Verifikasi Informasi Hoaks yang Beredar Melalui Penyiaran Perbatasan" di Gedung Auditorium STAI Auliaurrasyidin Tembilahan pada, Selasa (30/9/2025).

Ketua KPI Daerah Riau Bambang Suwarno, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya terhadap masifnya penyebaran hoaks di era digital ini. "Kita semua tahu bahwa hoaks dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hoaks dapat memecah belah persatuan, menimbulkan konflik sosial, bahkan dapat mengancam keamanan nasional," ujar Bambang.

Bambang melanjutkan, wilayah perbatasan memiliki karakteristik yang unik, seperti tingkat pendidikan yang relatif rendah, akses informasi yang terbatas, dan infrastruktur yang belum memadai. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah perbatasan lebih rentan terhadap paparan hoaks.

Oleh karena itu, KPI Daerah Riau berinisiatif menggandeng STAI Auliaurrasyidin sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat. "Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan literasi media dan membekali masyarakat dengan kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi," jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa KPI Daerah Riau memiliki tugas dan fungsi untuk mengawasi lembaga penyiaran agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. "Kami memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang terbukti melanggar aturan dan menyebarkan hoaks. Namun, pengawasan ini hanya berfokus kepada media tradisional (lama) seperti radio dan televisi belum menjangkau untuk media baru di platform digital," tegas Bambang.

Ketua STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Masriani, menyambut baik inisiatif KPI Daerah Riau dalam menggelar FGD ini. "Kami sangat mengapresiasi KPI Daerah Riau yang telah mempercayakan STAI Auliaurrasyidin sebagai mitra dalam upaya memerangi hoaks. Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, STAI Auliaurrasyidin memiliki tanggung jawab moral untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, memilah informasi yang benar, dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kejujuran dan amanah," ujar Masriani.

Ia melanjutkan, STAI Auliaurrasyidin berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika bermedia ke dalam kurikulum pembelajaran. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi positif dan menangkal hoaks di tengah masyarakat. "Kami ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan etika yang tinggi dalam menggunakan teknologi informasi. Kami ingin mahasiswa kami menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi yang benar dan meluruskan hoaks yang beredar di masyarakat," tegas Masriani.

FGD yang berlangsung di kampus STAI Auliaurrasyidin ini dihadiri oleh 50 mahasiswa STAI yang aktif berpartisipasi dalam diskusi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Wakil Ketua KPI Daerah Riau, Mario Abdillah Khair; Ketua STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Dr Masriani; dan Akademisi STAI Auliaurrasyidin, Syarifuddin. Diskusi dipandu secara profesional oleh Ahmad Royhan Qodri Anggota KPID Riau, yang bertindak sebagai moderator. ***

Kategori : Pemerintahan, Inhil
wwwwww
www.amsi.or.id