Update, Jenazah Yudi Korban Helikopter Jatuh Paling Cepat Senin Besok Dibawa ke Pekanbaru
![]() |
Suasana rumah duka, Minggu (7/9/2025). |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Hingga Minggu (7/9/2025), jenazah Yudi Febrian Rahman korban Helikopter Jatuh di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum juga tiba kota asalnya Pekanbaru. Menurut informasi dari keluarga almarhum, paling cepat Senin (8/9/2025) baru tiba jenazahnya di Pekanbaru.
Informasi itu disampaikan keluarga almarhum yang saat ini sudah berada di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan mendampingi petugas untuk mengidentifikasi jenazah suaminya.Suasana kediaman orangtua almarhumah sendiri yang berada di Jalan Amir Hamzah Komplek nyamuk nomor 14 RT 2 RW III Kelurahan Cinta Raja Kecamatan Sail Kota Pekanbaru terlihat sepi. Terlihat terpasang tenda dan papan bunga berjejer, ucapan duka di rumah orangtua almarhum tersebut.Keluarga dan tetangganya di Pekanbaru, masih menunggu kedatangan jenazah Yudi Febrian Rahman, terutama kakak kandung almarhum Epi Satim yang tinggal di rumah orangtuanya tersebut. "Kalau informasi terakhir kami dapat dari Kalimantan paling cepat besok Senin baru sampai di Pekanbaru, itu paling cepat, kalau paling lamanya nggak tau, jadi belum ada kepastian juga,"ujar Epi saat ditemui di kediamannya.Epi mengakui menyerahkan sepenuhnya pada proses yang sedang berjalan di Rumah Sakit Banjarmasin untuk proses identifikasi jenazah almarhum adiknya. "Kami menunggu sajalah, makanya sampai sekarang pun belum ada digali kuburan, masih menunggu info terus dari sana (Kalimantan),"ujar Epi seperti dilansir Tribunpekanbaru.Epi Satim kakak kandung Yudi Febrian sebelumnya mendapat firasat akan kepergian sang adik untuk selamanya. “Firasat saya tu gini, dua hari sebelum kejadian itu, eh kayaknya si Yudi pulang, firasat saya. Saya tengok ke depan (rumah), tidak ada, salah saya,” ungkap Epi saat ditemui di rumah duka di Komplek Nyamuk, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Kamis (4/9/2025).Tak hanya itu, Epi bilang, ia juga merasa sangat rindu dengan anak laki-lakinya itu.Di mana menurut Epi, hal seperti itu tak pernah ia rasakan sebelumnya. “Saya bilang Yudi kok ndak pulang, rindu kali, tidak pernah saya kayak gitu. Saya kok rindu, mana Yudi,” ucapnya.Epi belum bisa memastikan, kapan jenazah Yudi akan diterbangkan ke Pekanbaru. Menurutnya, informasi dari istri Yudi yang saat ini berada di Kalimantan, proses evakuasi sedang berlangsung.Namun dari 8 korban, belum diketahui yang mana jenazah Yudi. “Baru satu yang teridentifikasi, yang terlempar ke luar. Ternyata itu orang Pekanbaru juga, orang Pandau. Jadi istrinya pun sedang menunggu. Kan tes DNA dulu nanti kan. Baru nanti tahu yang mana jenazah suaminya (Yudi Febrian, red),” ungkap Epi.Informasi sementara yang ia dapat, kondisi jenazah hangus dan sulit dikenali.Epi bilang, Yudi terakhir pulang ke Pekanbaru pada April 2025, saat Ramadhan. “Cuma sehari dia pulang, dari Balikpapan ke sini. Karena dia berencana Lebaran tidak pulang ke Pekanbaru, anak istrinya diterbangkan semua ke Balikpapan. Saya pikir itulah pamit dia, setelah itu tidak jumpa lagi kami,” sebutnya.Epi berujar, Yudi memang sering terbang dengan helikopter memantau area kerja perusahaan. “Udah sering dia terbang, cuma kali ini cuma 10 menit ya, 700 menit baru dari titik dia terbang, jatuh,” ucapnya.Epi belum bisa memastikan, seperti apa nanti proses pemulangan jenazah Yudi ke Pekanbaru. “Belum tahu seperti apa pemulangan, karena ini kan terkait perusahaan ya, nanti gimana, mungkin perusahaan ada SOP pula, pesawat dan kargo nanti gimana,” tuturnya.Diungkapkan Epi, jenazah Yudi awalnya hendak dibawa ke kediaman pribadinya di daerah Panam. “Nanti dibawa ke sini (jenazah), tadinya mau di rumahnya di Panam, tapi istrinya ikut aja karena KK-nya masih di sini. Dimakamkan di pemakaman umum di Gang Akhirat di Jalan Hangtuah Ujung,” pungkasnya. ***Editor:
Roy Pribadi

























