Tak Ikuti Antrean, Antarpengguna Penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis Ricuh

<b>Tak Ikuti Antrean, Antarpengguna Penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis Ricuh</b>

Mahasiswa dari Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis terlibat perdebatan dengan pengemudi mobil yang memotong antrean di pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis, Jumat (5/9/2025) sore. (Abu Kasim/Riaupos.co)

Jum'at, 05 September 2025 20:35 WIB

BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Kendati baru di demo oleh Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis, namun tak membuat serta merta ada perubahan dalam pelayanan di penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis.

Malah sebaliknya lebih parah. Karena tak mentaati aturan antrean, akhirnya antarpengguna Ro-Ro Air Putih Bengkalis sempat ricuh dan bersitegang. Karena petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis bukan mencarikan solusi, melainkan kabur saat ada ricuh antar pengguna ro-ro. "Ya, dua hari setelah aksi mahasiswa, kami langsung melakukan peninjauan ke Pelabuhan Ro-Ro Air Putih, namun di luar dugaan adanya kericuhan di lapangan," ujar mahasiswa Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis, Syahrul Mizan, Jumat (5/9/2025).

Ia menyebutkan, hasil peninjauan lapangan menunjukkan, bahwa praktik-praktik mobil menerobos masuk tanpa mengikuti jalur antrean masih banyak, tanpa tindakan tegas dari petugas Dishub Bengkalis. "Ketika mahasiswa mempertanyakan hal ini kepada petugas, mereka hanya mengelak dan menyatakan "Aku pening dah. Tentu tindakan petugas ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap aturan dan prosedur yang berlaku," tegasnya seperti dilansir Riaupos.co.

Ia menyebutkan, peristiwa ini memicu kericuhan antara mahasiswa dan pemilik mobil, lantaran pihak Dishub Bengkalis malah lari untuk menghindar. Pemilik mobil berdalih bahwa mereka diperbolehkan mengganti antrean dengan mobil lain sesuai peraturan. Namun, katanya lagi, mahasiswa meminta klarifikasi tentang aturan yang mengizinkan hal tersebut. Pemilik mobil menjawab bahwa praktik ini telah berlangsung lama dan diperbolehkan oleh petugas Dishub.

Kericuhan ini merupakan puncak dari ketidakpuasan masyarakat, terhadap sistem layanan penyeberangan yang dinilai tidak konsisten. Masyarakat merasa bahwa pelayanan penyeberangan tidak adil dan tidak transparan. "Praktik penggantian antrean yang tidak jelas aturannya, menimbulkan kecemburuan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat," jelas Mizan.

Ia mengaku, sampai saat ini pihak petugas Dishub Bengkalis tidak memberikan komentar terkait insiden tersebut. Mereka tampaknya tidak peduli dengan ketidakpuasan masyarakat dan tidak berniat untuk memperbaiki sistem layanan penyeberangan.

Makanya, tegas Mizan, Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis, akan terus memantau situasi ini dan menuntut perbaikan signifikan dalam pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih. "Masyarakat berharap agar pemerintah dan Dishub Bengkalis dapat memperbaiki sistem layanan penyeberangan dan memastikan bahwa pelayanan tersebut adil, transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak, maka kami bersama masyarakat akan terus melakukan protes dan menuntut perbaikan," tegasnya.

Terhadap persoalan itu, Kepala Dishub Bengkalis Muhammad Adi Pranoto yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak menjawab. Bahkan melalui pesan singkat WhatsApp-nya juga tidak membalas.

Sementara itu, Kepala UPT Penyeberangan Ro-Ro Dishub Bengkalis Rasmiati yang dikonfirmasi menyebutkan, saat ini kondisi penyeberangan mengalami kendala pada kapal ro-ro, karena masih dalam proses perbaikan. "Kami mohon maaf, karena masih proses perbaikan, jadi dalam antrean selalu terjadi kesalahfahaman. Makanya kami mengharapkan agar kondisi ini harap dimaklumi masyarakat. Namun kami tetap menegakkan aturan yang berlaku, agar pelayanan penyeberangan ini tetap jalan dengan baik," ujarnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Peristiwa, Bengkalis
wwwwww
www.amsi.or.id