Helikopter Eastindo Air Jatuh di Area Hutan Pegunungan Meratus Kalsel, Semua Penumpang Meninggal

<b>Helikopter Eastindo Air Jatuh di Area Hutan Pegunungan Meratus Kalsel, Semua Penumpang Meninggal</b>
Kamis, 04 September 2025 02:10 WIB

MANADO, POTRETNEWS.com — Helikopter BK117-D3 milik Eastindo Air yang hilang kontak akhirnya ditemukan pada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanahbumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (3/9/2025) sore.

Bangkai helikopter ditemukan setelah pencarian intensif selama tiga hari terakhir. Menurut informasi yang diterima Banjarmasin Post, semua kru dan penumpang helikopter tersebut meninggal dunia. Bangkai helikopter ditemukan sekitar jam 15.30 sore saat cuaca rintik hujan.

Di lokasi, puing-puing helikopter yang berhamburan setelah diduga menghantam pepohonan saat terjatuh. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, bersama relawan Mapala Silva, Mapala Gramenia, dan Mapala Piranha, terlibat langsung dalam operasi pencarian di darat.

Relawan di lokasi yang ikut rombongan penemuan bangkai helikopter BK117-D3, Ilham mengatakan, ia melihat beberapa jenazah dalam kondisi terbakar. “Ketemu, kami melihat dua jenazah yang utuh dan ada tiga orang yang ikut terbakar di dalam pesawatnya, semuanya sudah meninggal dunia,” ungkap Ilham melalui pesan singkat.

Hingga malam Rabu malam, tim SAR masih melakukan proses evakuasi jenazah dari lokasi hutan lebat menuju titik aman sebelum dibawa ke fasilitas medis. Operasi berjalan penuh tantangan mengingat medan terjal, licin, dan jarak yang sulit ditempuh.

Sementara itu berdasarkan siaran pers Basarnas, melalui Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengungkapkan, evakuasi korban dan bangkai heli yang jatuh akan dilanjutkan pada Kamis (4/9/2025) besok.

Ia menyebut saat ini seluruh unsur SRU darat diarahkan oleh On Scene Commander (OSC) menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi. Seluruh korban yang berjumlah delapan orang akan dibawa ke rumah sakit yang ada di Banjarmasin untuk proses identifikasi.

Termasuk satu korban yang ditemukan berjarak 100 meter dari bangkai heli yang pertama dievakuasi oleh tim darat, juga akan dibawa ke Banjarmasin. “Seluruh korban akan tetap dievakuasi ke Banjarmasin,” katanya Rabu (3/9/2025) malam seperti dilansir Tribunmanado.

Sementara itu disebutkan, untuk korban lain belum dapat dievakuasi atau dikeluarkan dari bangkai pesawat dalam kondisi hancur dan terbakar ditambah kondisi yang gelap. “Diperlukan proses pembongkaran badan pesawat untuk memastikan keseluruhan korban di dalamnya,” katanya.

Bramantyo mengatakan berdasarkan informasi tim darat yang menemukan bangaki heli, tidak ditemukan tanda-tanda korban yang selamat. “Sementara pengamatan dilapangan demikian (meninggal semua),” ungkapnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id