Home > Berita > Umum

Fenomena Baru, Sungai Kuantan menjadi Objek Wisata, Warga Ramai Bermain di Sore Hari

<b>Fenomena Baru, Sungai Kuantan menjadi Objek Wisata, Warga Ramai Bermain di Sore Hari</b>
Kamis, 28 Agustus 2025 21:10 WIB
Teddy Niswansyah

KUANTAN SINGINGI, POTRETNEWS.com — Ada peristiwa menarik dan unik setelah Festival Pacu Jalur digelar pada 20 sampai 24 agustus silam. Sungai Kuantan yang merupakan arena pacu jalur menjadi objek wisata bagi warga masyarakat menjelang sore di Teluk Kuantan. Tampak masyarakat tumpah ruah berwisata di pantai pasir Seberang Taluk, ada yang mandi, makan bersama, berswafoto bahkan hanya bermain air sungai. Fenomena Sungai Kuantan menjadi objek wisata baru ini terjadi sejak 25 agustus sampai berita ini ditulis.

Sebelum Festival Pacu Jalur 2025 di Teluk Kuantan digelar, Polda Riau dan jajaran giat melakukan operasi PETI, penambangan tanpa izin di wilayah hukum Kuantan Singingi. Sejak itu, Sungai Kuantan menjadi bersih dan membuat masyarakat berdecak kagum dengan upaya pihak Kepolisian.

Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby dalam berbagai kesempatan acap kali mengucapkan apresiasi kepada Kapolda Riau dan jajaran yang dinilai berhasil menjernihkan Sungai Kuantan kembali. "Terima kasih kepada Kapolda Riau atas prestasi yang telah sukses melakukan operasi PETI sehingga air sungai Kuantan jernih dan bersih" ujar Bupati saat pembukaan dan penutupan Pacu Jalur di Teluk Kuantan.

Sementara itu, Pengamat wisata, Dolva Suhendra, S.ST menilai fenomena ini sebagai trend baru. "Sekarang fenomena dan trend baru mulai muncul di Sungai Kuantan yaitu mandi di sungai secara massal dan tentu ini menjadi daya tarik tersendiri lagi, dimana jika trend ini dikelola dengan baik akan menimbulkan income sebab akan terjadi perputaran uang dimana para pengunjung akan berbelanja dan bersantai sambil menikmati kuliner di sore hari" ujarnya.

Dolva menambahkan bahwa "Sungai Kuantan membentang cukup panjang yang mana dahulunya sungai ini menjadi denyut nadi aktifitas masyarakat untuk mencari ikan, mandi, mencuci dan lainnya seiring perkembangan zaman, Sungai Kuantan mulai keruh dan rusak diakibatkan aktifitas penambangan ilegal menyebabkan sungai menjadi keruh dan tercemar" ungkapnya.

Selanjutnya Dolva mengajak "harapan kedepan mari bersama selalu kita jaga air Sungai Kuantan ini tetap asri, jernih dan bebas dari pencemaran tentu ini diperlukan peran aktif seluruh masyarakat" harap Dolva. ***

Kategori : Umum, Kuansing
wwwwww
www.amsi.or.id