Home > Berita > Umum

Perputaran Uang di Pacu Jalur Bakal Tembus Rp75 Miliar atau Naik 77%

<b>Perputaran Uang di Pacu Jalur Bakal Tembus Rp75 Miliar atau Naik 77%</b>
Jum'at, 22 Agustus 2025 08:58 WIB

KUANTAN SINGINGI, POTRETNEWS.com — Pemerintah Provinsi Riau memproyeksikan perputaran uang pada Festival Pacu Jalur Tradisional di tahun ini senilai Rp75 miliar, atau berpotensi melonjak sebesar 77,8% dari Rp42,16 miliar di penyelenggaraan sejenis di 2024.

Jumlah penonton ditargetkan naik menjad 1,5 juta dari 1,4 juta di tahun lalu. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, mengapresiasi Pacu Jalur yang viral di level internasional. "Pacu jalur merupakan peluang emas bagi Riau untuk menunjukkan kekuatan budaya lokal ke panggung dunia. Untuk mengoptimalkan momentum ini ada beberapa hal strategis yang diimplementasikan Pemerintah Provinsi Riau, antara lain memperkuat narasi budaya lokal lantaran Pacu Jalur bukan hanya lomba perahu, tetapi representasi nilai-nilai kolektivitas, keberanian, dan tradisi maritim masyarakat Kuantan Singingi," ujar Ida Bagus kepada SWA.co.id seperti ditulis di Denpasar, Bali, pada Jumat (22/8/2025).

Gus Agung, demikian sapaan akrabnya. menjabarkan narasi ini harus dikemas dalam berbagai bentuk, semisal video promosi, storytelling digital, dan kolaborasi dengan media internasional. Kemudian, menyediakan infrastruktur dan aksesibilitas untuk mempermudah konektivitas menuju lokasi.

Moda transportasi darat, akomodasi, maupun fasilitas publik (toilet, titik medis, parkir, sinyal) disediakan agar memanjakan pengunjung Pacu Jalur. "Ini penting untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara. Selanjutnya, kami berharap ada kolaborasi dengan pelaku pariwisata dan UMKM. Ajang ini harus menjadi momentum ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Pemerintah daerah perlu memfasilitasi pelibatan UMKM dari sektor kuliner, kriya, homestay, jasa transportasi lokal, dan pemandu wisata," tutur Gus Agung.

Berikutnya, Pacu Jalur dimonetisasi pada platform digital. Misalnya saja, pendaftaran peserta, penjualan tiket, dan promosi lintas negara. Termasuk menggandeng influencer lokal dan internasional yang relevan. "Jika dikelola dengan baik, Pacu Jalur bisa menciptakan multiplier effect besar berupa peningkatan okupansi hotel dan homestay lokal. lonjakan transaksi UMKM, daya ungkit terhadap sektor jasa dan berpotensi menambah investasi di pariwisata budaya dan olahraga air," ungkapnya.

Kajian dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat ajang budaya yang dikelola dengan strategi event-based destination branding itu meningkatkan ekonomi daerah hingga 20–30% pada musim puncak, serta memperpanjang masa tinggal wisatawan.

Simbol Identitas dan Ekonomi Berbasis Budaya

"Pacu Jalur harus diangkat bukan hanya sebagai lomba, tapi sebagai simbol identitas dan kebangkitan ekonomi Riau berbasis budaya. Momentum viral ini adalah once in a decade opportunity dan pemerintah daerah memegang peran kunci untuk menjadikannya warisan dunia dan kebanggaan nasional," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Guru besar Universitas Pendidikan Nasional, Ida Bagus Raka Suardana, mengatakan pemerintah daerah perlu menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses transportasi, akomodasi, dan fasilitas publik yang memadai.

Selain itu, kualitas layanan pariwisata dan pelatihan SDM lokal di sektor ini ditingkatkan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang memuaskan. Jangan lupa, promosi yang terintegrasi melalui media nasional dan internasional, serta kolaborasi dengan influencer budaya global, perlu dilakukan untuk menarik lebih banyak pengunjung. "Pemerintah juga harus menyiapkan kalender event yang lengkap dengan aktivitas pendukung seperti pameran UMKM, kuliner lokal, dan pertunjukan seni, sehingga tidak hanya Pacu Jalur yang menjadi daya tarik tunggal, tetapi seluruh rangkaian festivalnya," ungkap Raka.

Pacu Jalur, menurut Raka, berdampak positif terhadap perekonomian lantaran jumlah wisatwan wisatawan domestik dan mancanegara diprediksi menyambangi Riau dan sekitarnya. Pacu Jalur yang viral di global bakal meningkatkan perputaran uang sebanya dua hingga tiga kali lipat. "Momentum ini juga membuka ruang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Oleh karena itu, perencanaan terpadu, pengawasan ketat terhadap harga dan kualitas layanan, serta pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan Pacu Jalur sebagai ikon budaya yang juga berdampak ekonomi besar," sebut Raka.

Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 berlangsung pada 20-24 Agustus 2025. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, membuka Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 dan mengapresiasi kepada seluruh pihak atas dedikasi untuk menjaga, melestarikan, serta mengembangkan ikon budaya Pacu Jalur sehingga menjadi sebuah atraksi yang saat ini semakin dikenal dunia. "Semangat gotong royong inilah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan event unggulan daerah," ujar Widiyanti dalam sambutannya di acara pembukaan"Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Lapangan Limuno, Kuantan Singingi, Riau, pada Rabu (20/8/2025).

Dia, pada keterangan tertulisnya itu, menyebutkan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata tahun 2025 adalah Event by Indonesia.

Berpeluang Tembus Ajang Global

Ini merupakan inisiatif strategis untuk menghadirkan ajang berkelas dunia yang diselenggarakan di tanah air di program Karisma Event Nusantara (KEN). Festival Pacu Jalur sejak 2022 konsisten berhasil masuk dalam daftar event KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan di tahun 2024, Festival Pacu Jalur berhasil menembus jajaran Top 10 KEN.

"Festival Pacu Jalur adalah salah satu contoh nyata event yang berhasil tumbuh menjadi ikon budaya sekaligus magnet wisata. Kemenpar akan terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekosistem event, hingga promosi ke pasar domestik dan internasional," ujar Widiyanti.

Dia berharap event-event daerah lainnya bisa menjadi primadona pariwisata daerah, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan. "Pacu Jalur adalah warisan budaya Indonesia yang unik yang kini juga menjadi bagian dari strategi kita untuk memperkuat nation branding serta memperluas diplomasi budaya sebagai magnet wisata," ucap Widiyanti.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengatakan Pacu Jalur yang merupakan salah satu jati diri budaya Melayu, khususnya Kuantan Singingi telah mendunia. Dari tepian Sungai Kuantan, Pacu Jalur telah menggaung ke pentas internasional. "Ini menjadi bukti bahwa budaya kita bukan hanya warisan, tetapi juga marwah yang menjulang di mata dunia," ujarnya.

Pemprov Riau menargetkan tahun ini Festival Pacu Jalur Tradisional tahun ini dapat dikunjungi 1,5 juta penonton dengan jumlah perputaran uang mencapai Rp75 miliar. "Mari kita tunjukkan pelayanan terbaik, keramahan Melayu, serta wajah Riau yang penuh senyum dan santun. Dengan itu, Insya Allah Pacu Jalur bukan hanya menjadi pesta rakyat tetapi juga menjadi berkah bagi pariwisata Riau sekaligus mengangkat marwah dan ekonomi masyarakat," kata Abdul.

Kemenpar berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan industri terus mendorong perbaikan-perbaikan. Terutama terkait amenitas dan aksesibilitas agar wisatawan yang datang akan semakin nyaman. "Harapannya tahun depan Festival Pacu Jalur akan tetap masuk dalam Karisma Event Nusantara dan kami akan terus mendorong peningkatan mulai dari SDM, fasilitas umum, seperti hotel dan lainnya. Ini sudah menjadi catatan kami terkait perbaikan fasilitas-fasilitas umum," ujarnya.

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan Festival Pacu Jalur merupakan bagian dari budaya dan ekonomi kreatif Provinsi Riau yang harus terus dijaga dan dirawat. "Semuanya berkomitmen untuk mengembangkan agar warisan ini bisa lebih berkembang lagi dan kita gali terus potensi daerahnya sehingga bisa terus mengharumkan Indonesia di kancah internasional," ujar Gibran. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Kuansing
wwwwww
www.amsi.or.id