Terima Kunjungan Delegasi Kedutaan Besar ke Riau, Gubernur Abdul Wahid Perkenalkan Potensi Daerah

Rabu, 20 Agustus 2025 07:16 WIB
bterima-kunjungan-delegasi-kedutaan-besar-ke-riau-gubernur-abdul-wahid-perkenalkan-potensi-daerahbGubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan sambutan saat menerima delegasi kedutaan besar beberapa negara sahabat. (Foto: ISTIMEWA)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Gubernur Riau Abdul Wahid, menyambut hangat kedatangan delegasi kedutaan besar dari Bangladesh, Fiji, Rwanda, serta perwakilan negara sahabat lainnya di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, pada Selasa (19/8/2025) malam.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Riau di mata internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Abdul Wahid memaparkan kekayaan alam, potensi investasi, serta ragam budaya dan adat istiadat yang dimiliki Provinsi Riau. Kehadiran para perwakilan negara sahabat ini juga bertujuan untuk menyaksikan secara langsung perhelatan akbar budaya, Pacu Jalur, di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi.

”Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para tamu kehormatan. Riau merupakan provinsi dengan 10 kabupaten dan 2 kota, serta memiliki posisi strategis di tengah Pulau Sumatera," ujar Wahid.

Ia menambahkan, bahwa posisi Riau yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka menjadikannya sebagai jalur perdagangan dunia yang vital.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perekonomian Riau berkembang pesat berkat tiga sektor utama, yaitu migas, perkebunan, serta industri pulp and paper. Sektor industri lainnya juga turut tumbuh, menjadikan Riau sebagai salah satu daerah dengan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

”Kami membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas dengan negara sahabat. Semoga pertemuan ini bisa menjadi langkah awal yang baik," jelasnya.

Selain aspek ekonomi, Gubernur Abdul Wahid juga memperkenalkan Riau sebagai tanah Melayu yang kaya akan budaya dan sejarah. Provinsi ini memiliki julukan Bumi Lancang Kuning dan tengah diusung sebagai pusat perkembangan budaya Melayu.

”Identitas Melayu yang kuat ini menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi wisatawan maupun mitra kerja sama luar negeri," tambahnya.

Selain itu, Wahid juga menyoroti keberadaan empat sungai besar di Riau yakni Siak, Kampar, Rokan, dan Indragiri, yang tidak hanya menopang kehidupan masyarakat, tetapi juga melahirkan tradisi budaya yang khas. Salah satunya adalah tradisi pacu jalur di Kuantan Singingi yang telah berlangsung turun-temurun.

”Pacu jalur bukan sekadar lomba perahu, melainkan sebuah pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Warga secara bergotong royong membuat jalur, yaitu perahu kayu panjang yang menjadi kebanggaan setiap desa," ungkapnya.

Ia berharap, melalui perhelatan Pacu Jalur, para tamu undangan dapat menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Riau mampu menjaga warisan budaya leluhur. Event ini juga berpotensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan Riau ke dunia internasional.

”Semoga Bapak Ibu yang menyaksikan besok, bisa terhibur dan dapat kembali datang lagi ke Riau," pungkasnya.***

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id