JAKARTA, POTRETNEWS.com — Tak pernah terlintas sedikitpun ia akan mendapat langsung undangan dan bisa masuk ke Istana Merdeka, Jakarta.
Seperti mimpi. Antara percaya dan tidak percaya. Namun ternyata menjadi nyata. Lega, warga rantau asal Pekanbaru, Riau ini ada bersama warga lainnya yang bisa menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun, langsung di Istana Merdeka. "Tak pernah bermimpi. Tapi ini nyata. Antara percaya dan tidak percaya. Alhamdulillah, punya pengalaman luar biasa dan tak pernah terlupakan," tutur Leha seperti dilansir
Cirebonraya.
Leha mengaku tinggal di Jakarta sebagai warga perantauan, asal Pekanbaru, Riau. Tiba-tiba ia dapat undangan untuk hadir di Istana Merdeka, mengikuti rangkaian hari bersejarah kemerdekaan Indonesia ke 80 tahun. Bahkan Ketika ia duduk diantara ribuan undangan di Istana Merdeka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80, Minggu, 17 Agustus 2025.Dari total undangan, 80 persennya berasal dari masyarakat biasa dari berbagai golongan dan daerah. Diantaranya Leha, yang mengaku sangat beruntung menjadi salah satunya.Untuk momen bersejarah itu, Leha sengaja mengenakan pakaian adat Melayu kampung halamannya, Riau yang berwarna cerah. “Ini dari baju adat melayu Riau, pertama mungkin karena ini pertama kali saya ke istana yah saya ingin mengenalkan budaya dari daerah asal saya dari Pekanbaru Riau," tuturnya.
"Saya sengaja menggunakan pakaian adat melayu Riau sendiri. Tadi saya liat pakaian (presiden) ikat kepala adat melayunya gitu dan warnanya juga biru yah kebetulan,” katanya.Leha menyebut kesempatan hadir di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai pengalaman berharga. Ia optimis kepemimpinan Prabowo akan membawa Indonesia lebih disegani di dunia. “Untuk Indonesia semoga, semakin jaya, semakin maju dan semakin bisa berkiprah di dunia internasional dan tidak kalah dengan negara-negara lainnya,” ujarnya optimis.Leha menitipkan doa khusus untuk presiden. “Untuk Pak Prabowo sendiri, sehat-sehat selalu semoga kepemimpinan bapak terus membawa kemajuan buat negara ini dan doakan yang terbaik untuk kepemimpinan bapak,” tuturnya.Selama ini, Leha hanya bisa menyaksikan detik-detik proklamasi melalui televisi atau media sosial. Karena itu, momen kali ini terasa sangat berbeda. “Ini pertama kalinya saya bisa ikut upacara langsung menyaksikan penurunan bendera di istana kepresidenan. Ini merupakan suatu kebanggaan luar biasa karena selama ini lewat TV atau nggak lewat YouTube yah,” ceritanya.Ia menambahkan, pengalaman paling berkesan adalah saat bendera diturunkan hingga prosesi kirab penutup. “Yang paling berkesan mungkin ketika prosesi pasti penurunan bendera itu sih karena memang puncaknya. Karena setiap upacara kan fokusnya ke penurunan bendera itu sendiri," tuturnya.
"Namun tidak kalah menarik juga termasuk pengiringan yang terakhir itu yah, arak-arakan kereta kencana itu teks proklamasi dan bendera itu kembali ke Monas, itu juga lumayan keren sih. Ada pasukan marching band dari TNI sendiri dan sangat menghibur dari para tamu undangan di sini begitu,” ujar Leha yang memanfaatkan momen bersejarah itu dengan mengabadikan lewat video dan foto.
***
Editor:Roy Pribadi