Home > Berita > Umum

Ulang Tahun ke-68, Gubernur: Riau Bukan Hanya Milik Kota Besar, Tapi Juga Milik Desa Terpencil

<b>Ulang Tahun ke-68, Gubernur: Riau Bukan Hanya Milik Kota Besar, Tapi Juga Milik Desa Terpencil</b>
Sabtu, 09 Agustus 2025 10:38 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan komitmennya untuk membangun Riau yang merata hingga ke pelosok desa.

Dalam sambutannya pada Apel peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (9/8/2025), ia menyebut pembangunan sejati adalah yang dapat dirasakan sampai ke dusun dan kampung, bukan hanya di kota besar.

“Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan dan martabat kita bersama. Membangun Riau tidak hanya mengejar angka dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga kemajuan yang berakar pada budaya, adat, dan moral,” ujar Wahid seperti dilansir GoRiau.

Ia mengutip petuah Melayu, yang berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing, yang jauh didekatkan, yang dekat dikuatkan, sebagai pijakan kerja pemerintahannya.

Wahid memaparkan sejumlah program prioritas yang menjadi fokus pada tahun pertama masa jabatannya. Di bidang infrastruktur, pemerintah mempercepat pembangunan jalan dan jembatan strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, disertai penataan kota dan pedesaan yang lebih hijau serta inklusif.

Di bidang pendidikan, program sekolah gratis digalakkan demi pemerataan akses, penguatan karakter siswa berbasis nilai budaya Melayu, serta peningkatan kapasitas guru dan fasilitas belajar. Sementara di bidang kesehatan, revitalisasi puskesmas dan rumah sakit daerah terus dilakukan, dengan pelayanan yang mudah, terjangkau, dan cepat tanggap terutama bagi ibu, anak, dan lansia, sesuai filosofi merawat tua, menjaga marwah.

Meski begitu, Wahid mengakui masih ada wilayah yang belum tersentuh infrastruktur memadai dan masyarakat yang belum merasakan sepenuhnya keadilan pembangunan. “Ini menjadi tanggung jawab kami, amanah yang harus terus diperjuangkan. Riau bukan hanya milik kota besar, tapi juga milik desa terpencil, nelayan di pesisir, dan petani di pelosok,” katanya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id