Home > Berita > Umum

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Buka Pekan Budaya Melayu Serumpun di Riau

<b>Menteri Kebudayaan Fadli Zon Buka Pekan Budaya Melayu Serumpun di Riau</b>
Sabtu, 09 Agustus 2025 08:28 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Suara kompang berpadu dengan tarian adat Bumi Lancang Kuning mengiringi prosesi pembukaan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Jalan Sultan Syarif Kasim, Jumat malam (8/8/2025).

Tradisi mayang pinang yang dihempas ke buluh betung menjadi tanda dimulainya perhelatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Riau.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, hadir langsung membuka acara didampingi Gubernur Riau, Abdul Wahid, Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, para tokoh adat, dan tamu undangan dari dalam serta luar negeri. Masyarakat tumpah ruah menyaksikan beragam pertunjukan pembuka seperti tarian massal, orkes Melayu, hingga penampilan Iyet Bustami.

Dalam sambutannya, Fadli menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang memperkuat silaturahmi antarbangsa serumpun. “Pekan Budaya Melayu Serumpun ini akan jadi kenangan dalam silaturahmi yang makin lekat. Perhatian kepada kebudayaan semakin tinggi dan semakin besar. Budaya kita adalah fondasi membangun karakter, jati diri, dan identitas,” ujarnya seperti dilansir GoRiau.

Ia mengajak masyarakat memaknai tema perhelatan tahun ini, Riau Rumah Rumpun Melayu, Merawat Tuah Menjaga Marwah, sebagai pengingat bahwa budaya Melayu adalah akar yang menyatukan. “Riau bukan hanya sebuah wilayah di peta Indonesia, tapi jantung peradaban Melayu yang telah berdenyut sejak berabad-abad lalu. Di sini bahasa Melayu berkembang menjadi bahasa pemersatu bangsa, kemudian melahirkan bahasa Indonesia,” jelasnya.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menambahkan bahwa Pekan Budaya Melayu Serumpun adalah wujud kebanggaan sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan kebudayaan Melayu Riau. “Ini bukan sekadar pesta seni atau hiburan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan dunia bahwa di Tanah Melayu Riau pernah berdiri sebuah peradaban besar yang menyisir kawasan Selat Malaka dan membentuk jati diri masyarakat hingga kini,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Riau selalu terbuka bagi semua pihak. “Siapa pun yang datang ke sini kami anggap saudara. Peradaban Melayu memiliki akar sejarah kokoh dan jaringan persaudaraan yang melintas batas negara. Konsep Riau rumah rumpun Melayu adalah cita-cita besar untuk menjaga kesatuan budaya, mempererat hubungan serumpun, dan mewariskannya kepada generasi penerus,” pungkasnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id