Home > Berita > Umum

Mahfud MD: Jadi Pejabat Bisa Kaya Tanpa Korupsi

<b>Mahfud MD: Jadi Pejabat Bisa Kaya Tanpa Korupsi</b>

Mahfud MD

Minggu, 27 Juli 2025 22:22 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Mahfud MD, mengungkap secara gamblang besarnya pendapatan yang bisa diterima pejabat negara, bahkan tanpa melakukan korupsi. Minggu, 27 Juli 2025 21:55

Melalui sebuah video yang beredar pada Sabtu (27/7/2025), Mahfud menyatakan bahwa seorang pejabat bisa menjadi kaya meski tidak melakukan apa-apa.

“Saya diberi tahu, kenapa sih orang masih korupsi? Gaji resmi menteri memang Rp18 juta, tapi yang bisa dibawa pulang itu Rp150 juta, minimal. Dan itu bersih,” ujarnya seperti dilansir fajar.co.id.

Ia menambahkan, pejabat juga menerima uang operasional dalam jumlah besar yang penggunaannya fleksibel. “Ditambah uang operasional, itu Rp125 juta. Saya sendiri menjabat lebih dari 20 tahun, saya simpan semua, bisa lebih dari Rp30 miliar,” kata Mahfud.

Mahfud juga membagikan pengalamannya saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. Ia mengaku terkejut dengan jumlah penghasilan yang didapat dari setiap perkara yang disidangkan. “Sidang itu dapat duit juga. Satu kasus dibayar Rp5 juta, dan satu perkara bisa ada lima sidang. Bayangkan! Satu periode Ketua MK bisa dapat Rp10 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahfud menyinggung praktik rangkap jabatan di kalangan pejabat. Ia mencontohkan seorang Dirjen yang merangkap sebagai komisaris BUMN bisa memperoleh penghasilan fantastis. “Gaji sebagai Dirjen paling Rp50 juta. Tapi kalau jadi komisaris BUMN, gajinya bisa Rp1,19 miliar per bulan,” jelasnya.

Menurut Mahfud, praktik seperti ini membuka celah bagi pejabat memperkaya diri secara sah tanpa harus menyentuh tindakan korupsi langsung.

Pernyataan Mahfud muncul di tengah komitmen keras Presiden RI Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. Prabowo bahkan berencana membangun penjara khusus di lokasi terpencil untuk menghukum para koruptor agar tidak bisa melarikan diri.

“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil, mereka gak bisa keluar. Kita akan cari pulau, kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,” ujar Prabowo saat menghadiri acara di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut Prabowo, korupsi adalah penghambat utama pembangunan nasional. Ia menilai banyak dana negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru disalahgunakan, sehingga berdampak langsung pada profesi seperti guru, dokter, perawat, hingga petani.

Untuk itu, Presiden memerintahkan efisiensi anggaran di tubuh pemerintah. Ia menegaskan bahwa dana publik harus digunakan secara optimal dan tidak boleh diselewengkan oleh siapa pun.

Meskipun dihadapkan pada tantangan, Prabowo menegaskan tekadnya untuk tidak mundur. “Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan negara ini. Mafia manapun saya tidak takut,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa aparat penegak hukum seperti Polri dan TNI, serta sektor pendidikan, akan menjadi garda depan dalam misi pemberantasan korupsi di bawah pemerintahannya. Pendidikan dinilai memainkan peran kunci dalam membentuk generasi masa depan yang bersih dan berintegritas. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id