Riau Diguyur Rp20 Miliar Tangani Karhutla, Kepala BNPB: Jangan Loyo!
![]() |
Personel Polres Rokan Hulu di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (18/7/2025). (Foto: Dok. Polres Rokan Hulu) |
ROKAN HULU, POTRETNEWS.com — Dana segar miliaran rupiah siap dikucurkan untuk memadamkan amuk si jago merah di Riau. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontorkan Rp20 miliar demi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto langsung meminta semua pihak tancap gas, penanganan harus maksimal. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan karhutla, termasuk modifikasi cuaca yang sudah digeber sejak Mei hingga Juli ini.Kucuran dana besar ini bukan tanpa alasan. Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal sebelumnya sudah 'curhat', minta bantuan penambahan perlengkapan dan peralatan. Bumi Lancang Kuning butuh sokongan penuh!"Saran dari Pak Kalaksa ada bantuan untuk kota-kota perlengkapan, tentu saja ini bertahap sesuai kebutuhan. Makanya saya tadi, mohon maaf Pak Edy ya, kemarin kan baru saja dikasih Pak Menko banyak sekali perlengkapan sampai Rp 20 miliar itu nilai uangnya, itu kan sangat besar untuk ukuran kita saat ini. Tolong didistribusikan dulu ke daerah," tegas Kepala BNPB kepada Edy saat paparan, di Pekanbaru, Riau, Senin (21/7/2025).Helikopter Ditambah, Total 5 Unit Waterbombing Siap Tempur!Suharyanto juga tak lupa menegaskan, Komandan Satgas Penanganan Karhutla di Provinsi Riau adalah Gubernur Abdul Wahid. Tapi, karena kesibukan Gubernur, ia meminta Komandan Korem Wira Bima Brigjen TNI Sugiono, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dan Danlanud Marsma TNI Abdul Haris untuk mengambil peran aktif."Saya tegaskan di sini, untuk Komandan Satgas Riau adalah Pak Gubernur. Tapi Pak Gubernur kan sibuk, ya enggak mungkinlah. Jadi mohon nanti Pak Kapolda, Danrem, Danlanud berkoordinasi sama Kalaksa ya," pesannya.Terakhir, jenderal bintang tiga itu meminta semua pihak berkolaborasi, bahu-membahu menangani karhutla di Riau. Sebab, ada lima daerah prioritas lain yang juga masih butuh perhatian serius karena rawan karhutla."Silahkan berkolaborasi Satgas Daerah, ingat bukan hanya Riau yang dipikirkan Kemenhut, Kemen LH, BNPB. Masih ada Jambi, Palembang (Sumsel), Kalbar, Kalsel, Kalteng itu enam provinsi prioritas yang selalu kebakaran besar karena lahan gambut. Per hari ini Sumut dan Sumbar kebakaran, ini sementara dikesampingkan karena tidak pakai heli," pungkasnya. ***Editor:
Roy Pribadi

























