Tidak Hanya di Pekanbaru, Mengenal 5 Bandara di Riau, Ada yang Kini Sudah Tidak Beroperasi
![]() |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Bagi yang sering bepergian ke Riau dengan transportasi udara tentunya sudah tak asing dengan bandar udara Sultan Syarif Kasim II.
Bandara Sultan Syarif Kasim II yang berada di Kota Pekanbaru ini jadi bandara terbesar dan tersibuk di Provinsi Riau.Namun banyak yang tidak tahu, Provinsi Riau memiliki beberapa bandar udara dan melayani penumpang ke berbagai tujuan.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pada tahun 2024, secara total kedatangan pesawat/kapal di sejumlah bandar udara dan pelabuhan di Provinsi Riau ada sebanyak 99.496 unit.Dengan rincian kedatangan pesawat udara sebanyak 11.603 unit dan kedatangan kapal laut sebanyak 87.893 unit.1. Bandara Sultan Syarif Kasim II
Bandara Sultan Syarif Kasim II berada di Kota Pekanbaru, yang menjadi ibukota Provinsi Riau. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Syarif Kasim II, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Riau.Bandara Sultan Syarif Kasim II ini dulunya bernama Bandara Simpang Tiga. Bandara ini melayani rute domestik dan internasional. Terbaru, kini Bandara Sultan Syarif Kasim II melayani penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Jeddah. Penerbangan rute Pekanbaru–Jeddah ini dioperasikan secara reguler dengan jadwal dua kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Rute ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas udara langsung dari wilayah Sumatera Indonesia ke Timur Tengah.2. Bandara Pinang Kampai
Bandara Pinang Kampai terletak di Kota Dumai. Bandara ini melayani penerbangan domestik.Sempat tidak beroperasi, Bandara Pinang Kampai beroperasi kembali pada bulan Mei 20253. Bandara Tempuling
Bandara Tempuling terletak di Kabupaten Indragiri Hilir.Untuk saat ini Bandara Tempuling tidak beroperasi. Terakhir beroperasi pada 2016. Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman dalam pertemuan bersama Gubernur Riau dan Bupati, Walikota se Riau menyampaikan kondisi terkini Bandara Tempuling. Kondisi bandara sangat memprihatinkan.Letak geografis Inhil yang berjarak sekitar 7 hingga 8 jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru membuat keberadaan bandara tersebut sangat strategis untuk membuka aksesibilitas wilayah."Runway-nya masih cukup bagus, tetapi hampir seluruh peralatan pendukung di dalamnya mengalami kerusakan berat,” ujar Bupati Herman di hadapan jajaran Kementerian Perhubungan.Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil menyampaikan permohonan agar Kementerian Perhubungan dapat membantu, baik melalui pengelolaan langsung maupun dengan membuka peluang kerja sama dengan investor swasta.4. Bandara Japura
Bandara Japura di Kabupaten Indragiri Hulu.Kehadiran maskapai Wings Air dan Susi Air di Bandara Japura Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dirasakan memberi kemudahan bagi warga Kabupaten Inhu.Sebelum hadirnya rute penerbangan dari Bandara Japura ke Batam dan ke Pekanbaru, masyarakat Inhu harus menempuh jalan darat yang tentu memakan waktu. Bila normal, waktu tempuh dari Rengat ke Kota Pekanbaru butuh waktu sekitar 5 jam. Sementara apabila ke Batam, harus menempuh waktu lebih lama lagi. Sementara itu, Bandara Japura juga terus meningkatkan pelayanannya. Bayu, Humas Bandara Japura mengungkapkan bahwa saat ini di Bandara Japura sudah tersedia fasilitas karantina dan pengecekan kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu. 5. Bandara Tuanku Tambusai
Bandara Tuanku Tambusai berada di Kabupaten Rokan Hulu. Bandara ini melayani penerbangan domestik dengan Panjang landasan pacu saat ini hanya 1.300 meter. ***Editor:
Roy Pribadi

























