Penertiban Kebun Sawit di Kawasan TNTN Riau seperti Adu Kuat Mafia Tanah dengan Aparat

<b>Penertiban Kebun Sawit di Kawasan TNTN Riau seperti Adu Kuat Mafia Tanah dengan Aparat</b>
Senin, 14 Juli 2025 19:19 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Mayjen TNI Dody Triwinarto, mengungkapkan fakta mencengangkan terkait kerusakan hutan di kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Menurutnya, aktivitas perambahan di TNTN bukan hal baru, bahkan telah berlangsung selama 21 tahun.

“Sudah sering dilakukan razia dan penertiban, tapi setelah itu justru lahan yang dirambah makin luas. Para cukong malah tambah berani,” ungkap Dody, Senin (14/7/2025) seperti dilansir TribunPekanbaru.com.

Ia menyebut, selama ini operasi penertiban tak lebih dari ajang adu kuat antara aparat dan para pelaku perambahan.

Setelah aparat pergi, para mafia tanah ini pun kembali beraksi. Seolah tak ada efek jera. Bahkan ironisnya, setiap selesai operasi, luas kebun sawit ilegal justru bertambah. Membuktikan bahwa operasi yang selama ini dilakukan dianggap angin lalu saja oleh para mafia tanah tersebut.

“Tiap tahun ada operasi, dari berbagai satgas. Tapi habis operasi, muncul lagi. Begitu terus,” tegasnya.

Namun kali ini, Dody memastikan Satgas PKH akan bertindak lebih tegas. Negara, katanya, tidak boleh kalah dengan para cukong dan mafia tanah yang membabat hutan dengan serakah. Satgas siap merebut kembali kawasan hutan yang telah berubah menjadi kebun sawit ilegal.

"Ini bukan hanya soal lahan, tapi soal komitmen kita menyelamatkan TNTN, satu dari sedikit hutan tropis terbaik yang masih tersisa. Di sana hidup satwa langka, dan hutan ini juga bagian dari paru-paru dunia. Kita tidak boleh menyerah,” tegasnya.

Satgas bertekad menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas, meski tantangannya besar. Negara, kata Dody, harus hadir dan menang dalam menjaga hutan dari tangan-tangan rakus. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Lingkungan, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id