Menteri LHK dan Gubernur Riau Tinjau TNTN, Prioritaskan Restorasi dan Perlindungan Satwa

Senin, 14 Juli 2025 06:47 WIB
bmenteri-lhk-dan-gubernur-riau-tinjau-tntn-prioritaskan-restorasi-dan-perlindungan-satwab

PELALAWAN, POTRETNEWS.com — Menteri Lingkungan Hidup (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid, melakukan kunjungan langsung ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) pada, Ahad (13/7/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau upaya restorasi kawasan hutan dan perlindungan satwa megafauna yang terancam punah. Didampingi oleh jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Menteri Hanif memulai peninjauan dari Posko Taktis TNTN di Kabupaten Pelalawan.

Dalam keterangannya, Menteri Hanif menekankan pentingnya TNTN sebagai kawasan konservasi yang menjadi habitat bagi satwa-satwa penting seperti gajah dan harimau Sumatera.

”Saya telah berada di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan ini sangat penting untuk melindungi binatang utama megafauna, yaitu di antaranya gajah dan harimau Sumatera," ujarnya dengan nada prihatin.

Menteri Hanif menegaskan bahwa kondisi satwa endemik Sumatera saat ini berada dalam ancaman serius akibat perambahan hutan dan aktivitas ilegal lainnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan sebagai dasar hukum bagi upaya restorasi.

”Gajah dan harimau Sumatera cenderung semakin berkurang tiap tahun. Maka, Presiden memerintahkan kami untuk melakukan penertiban kawasan hutan," jelasnya.

Penanganan restorasi TNTN kini berada di bawah koordinasi langsung Menteri Lingkungan Hidup untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan program.

Dalam upaya restorasi TNTN, Menteri Hanif menekankan pentingnya komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang telah lama bermukim di dalam kawasan tersebut.

Pendataan warga menjadi langkah awal yang krusial agar restorasi berjalan damai dan adil. "Pak Presiden melalui Menteri Pertahanan menugaskan saya mengkoordinir restorasi ini. Karena itu, kita harus banyak berbicara dengan semua pihak, termasuk masyarakat," lanjutnya.

Menteri Hanif mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merestorasi TNTN dengan memberikan data yang jujur dan terbuka. Data ini akan diolah secara sistematis untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan menjaga keberlangsungan hidup satwa maupun manusia.

”Kami mohon keterbukaan semua pihak. Restorasi ini bukan formalitas, tapi upaya nyata agar hutan tetap terjaga, satwa hidup, dan masyarakat tenang," urainya.

Gubernur Riau Abdul Wahid, mengajak masyarakat untuk tidak terpancing provokasi dan mendukung proses pendataan. Ia menegaskan bahwa data yang akurat menjadi landasan pemerintah dalam menetapkan solusi terbaik.

”Jangan sampai tidak mau didata, jangan terprovokasi. Pemerintah ingin mencarikan solusi terbaik. Semua didata, dari sanalah kebijakan akan ditentukan," pungkasnya.***

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id