Home > Berita > Umum

Gubernur Pramono Anung Buka Rahasia Cara Tahan Godaan Korupsi: Ingat Wajah Cucu

<b>Gubernur Pramono Anung Buka Rahasia Cara Tahan Godaan Korupsi: Ingat Wajah Cucu</b>
Kamis, 10 Juli 2025 14:02 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pribadinya memilih melawan godaan korupsi selama menjabat sebagai pejabat publik. Ia mengaku selalu berusaha menjaga integritas, salah satunya karena tak ingin mengecewakan keluarganya, terutama cucunya.

“Saya memproteksi diri saya sendiri. Apalagi yang terbayang dalam wajah saya cucu saya, bagaimana kalau suatu hari ada apa-apa dengan diri saya sendiri? Karena godaannya tidak kecil.” kata Pramono dalam rapat koordinasi pemberantasan korupsi pasca pelantikan kepala daerah di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7/2025) seperti dilansir Kompas.com.

Menurut Pramono, godaan korupsi sangat dekat dengan kekuasaan. Ia bercerita panjang lebar soal pengalamannya menjadi pimpinan DPR, hingga Sekretaris Presiden. Ia mengaku berkali-kali menghadapi godaan korupsi saat harus memproses penunjukan pejabat negara.

“Semua keputusan pengangkatan pejabat lewat saya. Tapi orang di luar enggak tahu. Dan saya juga enggak ingin mereka tahu, karena itu saya jaga sendiri. Saya sadar itu ujian terbesar,” ungkap dia.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono memilih membangun sistem pemerintahan yang transparan agar tidak membuka celah penyimpangan. Salah satunya adalah mempercepat pengurusan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang sebelumnya bisa tertunda hingga bertahun-tahun.

Ia mencontohkan kasus pembangunan gedung di Jakarta Pusat yang terhambat selama 12 tahun. Setelah dia turun tangan langsung, proses KLB selesai hanya dalam satu minggu dan menghasilkan pemasukan Rp480 miliar untuk daerah.

“Kalau transparan dan sesuai aturan, semuanya bisa cepat. Tapi kalau tidak, itulah sumber masalah,” katanya.

Pramono juga menyatakan, sejak awal menjabat Gubernur, ia tidak membawa satu pun ASN dari luar. Ia percaya, sistem yang sudah ada di Jakarta bisa berjalan baik jika dijalankan dengan benar.

“Saya bilang dari awal, saya sudah selesai dengan diri saya. Semua sistem saya minta dibuka dan transparan. Itu cara saya memproteksi diri saya sendiri,” ucapnya.

Ia menegaskan, sistem bukan hanya untuk mempercepat layanan publik, tapi juga sebagai tameng bagi pejabat agar tidak mudah tergoda melakukan korupsi.

“Saya minta semuanya transparan, semuanya sistem yang mengatur, saya harus memproteksi diri saya sendiri, dan untuk itu saya lakukan itu. Maka kenapa saya cerita ini, bagian dari upaya kita untuk sosialisasi anti-korupsi, harus diri sendiri,” ungkap Pramono. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id