Musrenbang RPJMD 2025–2029: Gubernur Riau Targetkan Potensi Ekonomi Rp4 Triliun

Senin, 30 Juni 2025 17:35 WIB
bmusrenbang-rpjmd-20252029-gubernur-riau-targetkan-potensi-ekonomi-rp4-triliunb

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029 di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, pada Senin (30/6/2025).

Acara strategis ini dihadiri secara virtual oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) serta dihadiri langsung oleh bupati/wali kota se-Provinsi Riau, forkopimda, dan tokoh masyarakat.

Gubernur Riau Abdul Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa musrenbang ini jauh melampaui sekadar agenda tahunan. Forum ini merupakan wadah penting untuk menyatukan pemikiran dan tekad dalam menentukan arah pembangunan Riau selama lima tahun ke depan.

Gubernur Wahid menyoroti tantangan nyata yang dihadapi Riau sehingga pembangunan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja.

”Kita dihadapkan pada tantangan nyata, seperti kesenjangan wilayah, layanan dasar yang belum merata, ancaman lingkungan, perubahan iklim, hingga ketergantungan ekonomi pada sektor primer tanpa nilai tambah," ujar Wahid.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pendekatan pembangunan ke depan akan lebih holistik tidak hanya terfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup sosial budaya, ekologi, dan keseimbangan antarwilayah.

Dalam RPJMD 2025 hingga 2029, Pemprov Riau mengusung visi besar, yaitu ”Riau Bedelau”. Riau Bedelau merupakan akronim dari Riau yang Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Religius, dan Maju.

Visi ini menunjukkan komitmen Pemprov Riau untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut, Wahid juga memaparkan potensi ekonomi baru yang bisa diraih Riau dari komitmen lingkungan, khususnya terkait penurunan emisi karbon.

Ia menyebutkan potensi penerimaan yang fantastis dari upaya tersebut. ”Bila komitmen Riau untuk menurunkan emisi karbon sebesar 200 ribu ton per tahun dihargai sekitar USD 20 per ton, maka potensi penerimaan bisa mencapai Rp4 triliun per tahun," sebut Wahid.

Penurunan emisi ini, lanjutnya, adalah bagian dari komitmen Riau terhadap Paris Agreement. "Negara-negara maju harus mendukung negara berkembang seperti kita, dan menjaga hutan serta lahan bisa menjadi nilai tambah ekonomi," tegasnya.

Menyadari tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Wahid memberikan semangat kepada para kepala daerah yang hadir.

”Saya tahu, hari ini banyak wajah-wajah bupati dan wali kota yang masam karena kondisi fiskal. Tapi mudah-mudahan ke depan bisa tersenyum," ujarnya.

Kemudian, Gubernur Riau Abdul Wahid menutup sambutannya dengan harapan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata dari wilayah pesisir hingga pedalaman Riau. Ia berharap Musrenbang ini dapat menjadikan arah pembangunan Provinsi Riau ke depan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan, melalui kerja sama dari semua pihak.***

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id