Cerita Kurir Narkoba 1 Kg di Pelalawan Terjerumus ke Bisnis Haram, Mula Kenalan di THM Pekanbaru

<b>Cerita Kurir Narkoba 1 Kg di Pelalawan Terjerumus ke Bisnis Haram, Mula Kenalan di THM Pekanbaru</b>

Kasat Narkoba Polres Pelalawan Iptu Haryanto Alex Sinaga SH menanyai tersangka kurir sabu 1 Kilogram berinsial WD yang ditangkap, saat pers rilis pada Rabu (25/6/2025).

Kamis, 26 Juni 2025 12:50 WIB

PELALAWAN, POTRETNEWS.com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelalawan menangkap seorang pria yang membawa 1 kilogram narkotika jenis sabu-sabu pada Sabtu (21/6/2025) lalu.

Pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar itu disampaikan secara resmi melalui pers rilis pada Selasa (25/6/2025) di aula Teluk Meranti Mapolres Pelalawan.

Konferensi pers dipimpin Wakil Kapolres Kompol Asep Rahmat SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Haryanto Alex Sinaga dan Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan.

Tersangka dihadirkan dihadapan awak media menggunakan baju tahanan warna jingga dengan tangan terborgol.

Pelaku berinisial WD alias Wisnu (22) yang merupakan warga Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

"Tersangka dikendalikan oleh seorang temannya berinsial HSF di Pekanbaru. Dia disuruh ngantar-ngatar sabu ke Pangkalan Kerinci," ungkap Kasat Narkoba Polres Pelalawan, Iptu Haryanto Alex Sinaga SH kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (26/6/2025).

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Wisnu, ia sudah dua kali mengantarkan sabu-sabu di Pangkalan Kerinci sebelum ditangkap Tim Opsnal Satnarkoba Polres Pelalawan.

Barang haram itu dibawa dari Kota Pekanbaru atas suruhan HSF yang saat ini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Wisnu bercerita kepada polisi, awalnya ia berkenalan dengan HSF di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Pekanbaru.

Mereka sama-sama mengkonsumsi narkoba di tempat tersebut.

Lama kelamaan, Tersangka WD akrab dengan HSF yang diduga sebagai bandar besar narkotika.

Pertemanan yang terjalin berubah menjadi rekan bisnis dalam dunia peredaran sabu-sabu.

WD awalnya disuruh mengantar narkoba ke Pangkalan Kerinci sebanyak 1,5 ons dan ternyata berhasil.

Kemudian disuruh lagi kedua kali dengan jumlah yang sama, juga tidak ada kendala. WD mendapatkan imbalan atas "menggendong" sabu ke ibukota Pelalawan.

Selama proses membawa sabu, WD selalu dikontrol melalui telepon genggam oleh HSF untuk memberitahu kepada siapa sabu diantar dan dimana diletakkan.

"Dua kali ngantar sabu jumlahnya 1,5 ons masing-masing. Pelaku mendapatkan imbalan Rp 1,5 juta setiap ngantar itu," ujar Haryanto Alex Sinaga.

Ternyata pergerakan Wisnu telah masuk radar Tim Opsnal Satnarkoba setelah dua kali masuk ke wilayah hukum Polres Pelalawan sangu kurir sabu.

Selanjutnya WD ditawarkan HSF membawa sabu 1 Kilogram ke Pangkalan Kerinci pada Sabtu (21/6/2025) lalu.

Ia menyetujuinya dengan membayangkan akan mendapatkan "gaji" lebih besar lagi.

"Jadi tersangka memperkirakan akan dapat Rp 10 juta kalau berhasil mengantarkan 1 kilo sabu, karena perhitungan upah sebelumnya," tambah Alex Sinaga.

Lantas WD membawa sabu dalam bentuk 10 paket besar plastik bening klep merah dan disimpan di sebuah tas kain.

Ia menenteng serbuk putih memabukkan itu dari Kota Pekanbaru sampai ke Pangkalan Kerinci.

Penangkapan

Ternyata Tim Opsnal sudah mengendus pergerakannya dan mengantongi ciri-ciri pria berusia 23 tahun tersebut.

Setibanya di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 80 Desa Sering Kecamatan Pelalawan, WD berdiri di tepi jalan sambil menunggu arahan HSF kemana sabu itu diantar, Tim Opsnal langsung menciduk buruh harian lepas itu tanpa perlawanan.

Tas kain berisi 1 Kg sabu sempat diletakkan di pinggir jalan yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan.

"Dia ini pemain baru. Belum pernah ditangkap dalam kasus narkoba. Jadi bukan residivis," ungkapnya.

Setelah diamankan, WD mengakui semua perbuatannya dan menceritakan semua aktivitasnya sebagai kurir sabu atas suruhan HSF.

Polisi sempat memburu keberadaan HSF di Pekanbaru, namun belum membuahkan hasil.

HSF ditetapkan sebagai DPO dan terus diselidiki Satresnarkoba Polres Pelalawan.

Saat pers rilis selesai pada Rabu (25/6/2025) lalu, Wisnu hanya menunduk selama kegiatan.

Sesekali pria berkulit hitam itu mengelap keringat di dahinya menggunakan tangan dan dilapkan kembali ke baju tahanan berwarna jingga yang dipakainya.

Borgol besi terpasang di kedua pergelangan tangannya serta wajahnya ditutupi masker hitam.

Ia hanya menunduk saat didekati juru warta. Ketika ditanyai terkait peranannya dalam dunia peredaran sabu, ia bungkam dan cuma mengangguk saja. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Hukrim, Pelalawan
wwwwww
www.amsi.or.id