Home > Berita > Umum

Berburu Kerja di Usia 51 saat Job Fair Pekanbaru demi Nafkahi Keluarga, Halim Harap Gaji Rp 3 Juta

<b>Berburu Kerja di Usia 51 saat Job Fair Pekanbaru demi Nafkahi Keluarga, Halim Harap Gaji Rp 3 Juta</b>

Salah satu warga usia tua yang mencari pekerjaan di Job Fair Pekanbaru, di gedung Dekranasda Pekanbaru, Riau, Kamis 19 Juni 2025.

Sabtu, 21 Juni 2025 10:15 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Di usia 51 tahun, Halim masih gigih berburu pekerjaan di tengah ketatnya persaingan lapangan kerja.

Datang ke hari terakhir Job Fair Pekanbaru 2025, pria asal Kecamatan Tuah Madani itu menolak menyerah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Meskipun telah berpengalaman sebagai sales marketing selama tujuh tahun, Halim mengaku tidak pilih-pilih pekerjaan.

"Apa aja kerja, yang penting kerja," ujarnya dengan penuh semangat seperti dilansir Tribunnews.com.

Ia berharap mendapatkan pekerjaan dengan gaji minimal Rp3 juta untuk menyesuaikan dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Halim hanyalah satu dari ratusan pencari kerja lintas usia yang memadati pameran kerja tahunan ini.

Dari lulusan baru hingga pekerja senior, semua datang dengan harapan yang sama: mendapat pekerjaan layak di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Mengapa Pekerja Usia 50-an Masih Berjuang di Job Fair?

Meski banyak yang menganggap usia menjadi hambatan dalam mencari pekerjaan, Halim (51), warga Pekanbaru, membuktikan sebaliknya.

Pada hari terakhir Job Fair Pekanbaru yang digelar di Gedung Dekranasda, Kamis (19/6/2025), ia datang penuh semangat untuk mencari pekerjaan.

"Ya, saya cari kerja juga ke sini. Apa aja kerja, yang penting kerja," ujar Halim yang tinggal di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tuah Madani.

Meski telah memiliki pengalaman tujuh tahun sebagai sales marketing, Halim kini menganggur.

Ia menolak tinggal diam dan berusaha keras untuk kembali bekerja demi menghidupi keluarganya.

"Kalau bisa, jadi sales marketing lagi pun enggak apa-apa. Karena sekarang ini sulit cari kerja," tambahnya.

Berapa Gaji yang Diinginkan Pekerja Berpengalaman?

Bagi Halim, pekerjaan bukan sekadar aktivitas, tetapi kebutuhan mendesak.

Ia menargetkan gaji Rp3 juta per bulan, angka yang menurutnya baru mencukupi kebutuhan keluarga.

"Soalnya kan sekarang bahan pokok pada mahal, jadi harus disesuaikan dengan gaji," jelasnya.

Apa Tantangan Pencari Kerja Senior Lainnya di Bagaimana Pengalaman Kerja Mempengaruhi Harapan Gaji di Job Fair Ini?

Hagai (46), warga Siak Hulu, Kabupaten Kampar, juga turut hadir.

Dengan pengalaman 20 tahun di bidang marketing distribusi bahan bangunan dan farmasi, ia berharap bisa kembali bekerja setelah menganggur selama tiga bulan.

"Saya dari dulu marketing distribusi bahan bangunan dan farmasi. Jadi, hari ini saya datang ke sini mau ngelamar kerja," katanya.

Meski telah mengelilingi beberapa stan perusahaan, Hagai belum menemukan posisi yang sesuai.

Usia menjadi salah satu faktor yang membuatnya merasa perlu lebih selektif.

"Umur sudah tua juga kan, jadi penginnya pekerjaan yang pas, tidak banyak tekanan," jelasnya.

Ia pun memasang target gaji sebesar Rp5 juta per bulan, mengingat anaknya yang sedang menempuh kuliah.

Apakah Harapan Gaji Realistis dengan Ketersediaan Lapangan Kerja?

Hagai menyadari persaingan kerja cukup ketat.

Ia berharap ada lebih banyak lowongan untuk kalangan berpengalaman dan berusia matang seperti dirinya.

Bagaimana Pengalaman Pencari Kerja Muda di Job Fair Ini?

Apakah Latar Belakang Pendidikan Menjamin Dapat Pekerjaan?

Muhammad (29), lulusan S-1 Teknik Kimia dari Purwodadi, Pekanbaru, juga turut hadir.

Ia memiliki latar belakang kerja di perusahaan tambang dan sektor oil and gas.

Namun kini, kontraknya belum diperpanjang dan ia merasa perlu mencari alternatif pekerjaan.

"Makanya saya datang ke job fair mencari pekerjaan," jelasnya.

Sayangnya, kendala datang bukan dari latar belakang pendidikan, tetapi dari persyaratan personal.

"Ada satu perusahaan yang sesuai bidang saya, cuma syaratnya belum menikah. Karena saya sudah berkeluarga, jadi tak diterima," ujarnya, dengan nada kecewa.

Muhammad berharap perusahaan-perusahaan membuka lebih banyak lowongan di bidang engineering.

"Yang cari kerja kan banyak, sedangkan kebutuhannya sedikit. Kalau bisa ditambah lagi perusahaannya, terutama bagian engineering," sarannya.

Apa Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Cari Kerja?

Bagaimana Dukungan Keluarga Membantu Proses Melamar Pekerjaan?

Zulkarnain (50), warga Kecamatan Bina Widya, tampak mendampingi putrinya, Mutia (18), lulusan SMK, yang sedang mencari pekerjaan sebelum melanjutkan kuliah.

"Anak saya baru tamat SMK, mau kerja dulu sebelum kuliah. Jadi dia minta ditemani," ucap Zulkarnain.

Mutia mengincar pekerjaan di bidang multimedia dan telah melamar di dua perusahaan.

"Kalau bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta," katanya tentang harapan gaji.

Ia mengakui bahwa peluang kerja sesuai bidangnya masih terbatas, namun tetap optimis.

"Tadi sudah masukin lamar di beberapa perusahaan, semoga aja diterima. Nanti setelah kerja baru kuliah. Sekalian bantu-bantu orang tua," tuturnya.

Bagaimana Peran Job Fair Pekanbaru 2025 Membantu Pencari Kerja?

Seberapa Banyak Lowongan yang Ditawarkan?

Job Fair yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-24 kota tersebut.

Acara ini diikuti oleh 40 perusahaan dengan menyediakan total 1.479 lowongan kerja, yang terbuka bagi pencari kerja dari berbagai usia dan latar belakang pendidikan.

Apakah Job Fair Masih Efektif Di Tengah Ketatnya Persaingan?

Meskipun tidak seramai hari pertama, antusiasme pencari kerja tetap terlihat di hari terakhir pameran.

Kehadiran mereka, dari usia muda hingga lanjut, mencerminkan besarnya kebutuhan lapangan kerja di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Wati, seorang wanita paruh baya, turut mendampingi keponakannya, Apul (19), yang ingin bekerja sebagai helper atau staf gudang setelah lulus SMA.

"Kerja dulu baru kuliah, bagus seperti itu," ucap Wati.

Mencari Kerja di Usia Matang, Antara Realita dan Harapan

Kisah Halim dan para pencari kerja lainnya menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk tetap semangat mencari nafkah.

Mereka menghadapi kenyataan sulitnya mendapat pekerjaan, tetapi tetap berusaha keras.

Dari harapan gaji yang realistis hingga tantangan personal, job fair seperti ini menjadi ruang penting untuk menghubungkan harapan para pencari kerja dengan peluang dari dunia usaha. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id