Home > Berita > Umum

Status Pekanbaru Kota Layak Anak Disorot, Ini Penyebabnya

<b>Status Pekanbaru Kota Layak Anak Disorot, Ini Penyebabnya</b>
Selasa, 17 Juni 2025 10:40 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Fenomena menjamurnya gelandangan dan pengemis di Kota Pekanbaru, Riau, menjadi sorotan anggota DPRD setempat. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian Pemerintah Kota Pekanbaru. Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, mengatakan gelandangan dan pengemis kini mudah ditemukan di berbagai persimpangan jalan.

"Saya melihat di Kota Pekanbaru sangat banyak gelandangan dan pengemis, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hampir di semua lampu merah mereka ada. Ini jelas kelalaian dari pemerintah Pekanbaru," ucap Zulkardi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (17/6/2025).

Kritik Zulkardi muncul di tengah viralnya video seorang ibu yang menyuruh dua anak perempuannya menjadi pengemis badut. Ibu tersebut menggunakan sepeda motor dan mengeksploitasi anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk meminta-minta di jalanan.

Zulkardi mengaku mendapat informasi bahwa status "Kota Layak Anak" untuk Pekanbaru dicabut gara-gara kasus tersebut. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, ia menyayangkan bila hal itu benar terjadi.

"Kalau memang status layak anak dicabut, ini sangat disayangkan," ujarnya. Sebagai wakil rakyat, Zulkardi meminta Dinas Sosial Pekanbaru mengambil langkah serius. Ia menilai instansi itu lamban dan tidak responsif.

"Sekarang saya lihat pengemis sudah menjamur di Pekanbaru. Nah, yang menjadi tanda tanya, orang dinas sosialnya kemana? Apa mereka enggak bisa menertibkan? Kalau tak bisa kerja, ya berhenti saja," katanya.

Ia mendorong adanya pendataan yang jelas terhadap gelandangan dan pengemis. Bila mereka berasal dari luar daerah, menurutnya harus dipulangkan. Sedangkan yang merupakan warga Pekanbaru, perlu diberi pembinaan dan solusi jangka panjang.

"Kalau memang mereka tercatat sebagai warga Pekanbaru, berikan pembinaan dan pekerjaan. Yang tidak sekolah, disekolahkan. Jadi, saya ingin pemerintah tidak lalai dengan persoalan ini," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan bahwa status "Kota Layak Anak" belum dicabut. "Belum dicabut," kata Markarius saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Ia menyebut bahwa persoalan gelandangan dan pengemis ditangani oleh Dinas Sosial Pekanbaru dengan langkah awal berupa pendataan.

"Tindakan yang diambil yaitu didata dari mana asalnya. Kalau mereka dari daerah (lain), tentu kita bisa kembalikan ke daerahnya," ujar Markarius.

Sementara bagi mereka yang merupakan warga Pekanbaru dan memiliki tempat tinggal, akan dilakukan pembinaan. Jika tidak memiliki tempat tinggal, akan ditempatkan di penampungan sosial.

"Di penampungan sosial ada pembinaan di situ, sehingga mereka tidak turun ke jalan lagi. Kemudian, mereka diberikan pekerjaan pembinaan UMKM. Itu sudah masuk dalam program di Dinas Sosial kita," sebutnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id