Seorang Nenek Tergelincir karena Tumpahan Minyak Sawit di Jalan Lintas Kampar-Kuantan Singingi

<b>Seorang Nenek Tergelincir karena Tumpahan Minyak Sawit di Jalan Lintas Kampar-Kuantan Singingi</b>

Seorang nenek jatuh karena tergelincir saat berkendara sepeda motor di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Kamis, 12 Juni 2025 15:52 WIB

KAMPAR, POTRETNEWS.com — Malangnya nenek ini. Ia tergelincir saat berkendara sepeda motor di jalan lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi. Nenek yang mengalami kecelakaan itu membuat warga sekitar menjadi iba.

Mereka membantu nenek yang kesakitan itu. Memapahnya dan menggiring sepeda motornya keluar dari badan jalan.

Kecelakaan itu tampak dalam video yang diterima Tribunpekanbaru.com, Rabu (11/6/2025) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Seorang kepala dusun di Desa Simalinyang, Syahrul membenarkannya ketika dikonfirmasi, Kamis (12/6/2025).

"Iya, itu kejadiannya kemarin (Rabu). Nenek itu mengalami lecet-lecet," ujarnya.

Lokasi kejadian di sekitar Kilometer 42 Jalan Lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi.

Saat itu, nenek berkendara dari arah Pekanbaru. Nenek itu tiba-tiba tergelincir.

Menurut dia, kecelakaan yang dialami nenek itu satu dari beberapa warga bernasib sama.

Lokasinya di titik yang tidak begitu jauh.

"Ada sekitar lima sampai enam kejadian. Yang lumayan parah di (Desa) Penghidupan (Kecamatan Kampar Kiri Tengah). Ada mobil tergelincir masuk parit," ungkapnya.

Menurut dia, jalan licin jadi penyebab kecelakaan.

Licin karena tumpahan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dari truk tangki yang melintas.

Sayangnya warga tidak menemukan truk tangki tersebut.

Apalagi truk tangki yang melintas sepanjang hari di jalur itu cukup banyak.

Ia mengatakan, kecelakaan karena tumpahan minyak sawit di jalur itu sudah terjadi dua kali sejak Januari 2025.

Korbannya diperkirakan sudah belasan.

Hal serupa sudah kerap terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Selain CPO, tumpahan yang membuat jalan licin juga minyak dari brondolan sawit dan solid limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Pihak pemerintah desa hanya bisa menyampaikan keluhan itu ke beberapa PKS.

Tetapi kejadian serupa masih berulang.

"Sejauh ini kita sudah sampaikan ke manajemen pabrik (PKS). Supaya kendaraannya diperhatikan," ujarnya.

Selama ini, masyarakat selalu bergotong royong menutup badan jalan yang licin. Misalnya dengan pasir.

Beberapa waktu belakangan, masyarakat terbantu dengan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar).

Sehingga penanganannya lebih cepat. Mobil Damkar mencuci badan jalan dengan air dan sabun. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Peristiwa, Kampar
wwwwww
www.amsi.or.id