Begini Awal Mula Tradisi Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Riau
![]() |
Umat Konghucu melaksanakan ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau, Rabu, 19 Juni 2019. Proses Ritual Bakar Tongkang dimulai dari Klenteng Ing Hok Kiong yang merupakan klenteng tertua di Kota Bagansiapiapi. (ANTARA) |
ROKAN HILIR, POTRETNEWS.com — Festival Bakar Tongkang, salah satu tradisi budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Riau, kembali digelar pada Kamis, 12 Juni 2025 di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Festival ini merupakan salah satu festival yang masuk dalam daftar 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata.
Seperti dilansir Tempo.co, Ritual bakar tongkang dilaksanakan setiap tanggal 15,16 dan 17 bulan kelima tahun Imlek. Ritual ini diawali dengan sembahyang tongkang yang dilakukan oleh warga Tionghoa setempat. Setelah itu, barulah dimulai ritual bakar tongkang atau kapal. Tongkang yang dibakar itu merupakan replika kapal asal Cina. Kapal tersebut dihias dengan ornamen warna merah dan kuning, berdiameter sekitar 3 meter panjang dan tinggi 1 meter itu digotong oleh sejumlah laki-laki berbaju seragam warna kuning ke tempat pembakaran, sambil diarak pengunjung dan warga setempat. Kapal tersebut sudah diisi dengan berbagai macam benda sembahan seperti beras, jam dinding, dan lainnya. Semua serahan ini sebagai wujud syukur warga Tionghoa kepada para dewa.Sejarah Ritual Bakar TongkangRoy Pribadi

























