Tinjau Langsung Jalan Rusak di Rohil, Gubernur Riau Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Atas Kerusakan akibat Truk ODOL

Senin, 09 Juni 2025 17:21 WIB
btinjau-langsung-jalan-rusak-di-rohil-gubernur-riau-minta-perusahaan-bertanggung-jawab-atas

ROKAN HILIR, POTRETNEWS.com — Gubernur Riau Abdul Wahid, melakukan peninjauan mendadak terhadap kondisi ruas jalan rusak parah di Desa Manggala Sempurna, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin (9/6/2025).

Peninjauan ini dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Riau menerima berbagai keluhan intensif dari masyarakat setempat mengenai kerusakan jalan yang dinilai sangat membahayakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan Jalan Manggala yang merupakan jalur penghubung strategis antar Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu kini dipenuhi lubang-lubang besar yang tak terhindarkan.

Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan tinggi. Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa kerusakan parah ini disebabkan oleh aktivitas truk over dimension over loading (ODOL) yang melintas di jalan tersebut.

Dalam dialognya dengan warga, Wahid mengungkapkan bahwa beban ideal untuk kendaraan dengan satu sumbu adalah 8 ton dan untuk tiga sumbu maksimal 24 ton.

”Namun, realitasnya di lapangan, banyak kendaraan yang melintas membawa beban hingga 50 ton. Itu jelas melebihi kapasitas jalan. Tak heran kondisi jalan jadi rusak parah," ungkap Abdul Wahid saat berdialog dengan warga sekitar.

Menyikapi temuan ini, Gubernur Riau didampingi Bupati Rokan Hilir Bistamam, dan Wakil Bupati Jhony Charles, memberikan peringatan keras kepada pihak perusahaan yang menggunakan jalur tersebut.

”Kita akan panggil perusahaan-perusahaan yang melintas sepanjang Jalan Manggala ini secara intensif. Kita minta komitmen mereka untuk memperbaiki jalan ini," tegas Abdul Wahid.

Gubernur Wahid bahkan menjadwalkan pertemuan langsung dengan pihak-pihak perusahaan pada pekan depan.

”Minggu depan saya bersama bupati akan memanggil langsung pihak perusahaan. Kita minta mereka bertanggung jawab memperbaiki kerusakan ini. Ini adalah kewajiban moral dan hukum bagi mereka yang merusak infrastruktur publik," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wahid juga menyinggung tentang kebijakan anggaran infrastruktur jalan di Provinsi Riau. Ia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama.

”Idealnya, untuk pembangunan jalan di seluruh Riau butuh anggaran sekitar Rp2 triliun per tahun. Tapi karena keterbatasan anggaran tahun 2025, fokus saat ini diarahkan pada kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalan," jelasnya.

Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Riau akan selalu berupaya menyesuaikan program dengan kemampuan fiskal daerah.***

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id