Tragis! Kakek 84 Tahun di Tanahdatar Sumbar Tewas setelah Ditendang dan Diinjak Sapi Kurban

<b>Tragis! Kakek 84 Tahun di Tanahdatar Sumbar Tewas setelah Ditendang dan Diinjak Sapi Kurban</b>

Ilustrasi mayat

Minggu, 08 Juni 2025 11:35 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Seorang pria lanjut usia di Kabupaten Tanahdatar, Sumatra Barat (Sumbar), meninggal dunia setelah ditendang dan diinjak saat proses penyembelihan sapi kurban.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di halaman Mushalla Firdaus saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban

Adapun korban diketahui bernama Jafar Dt Pado Nan Kuniang (84), warga Jorong Dalam, Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Tanjung Baru, Ipda Zuyu Gianto.

Ia menyebut korban saat itu tengah membantu mengikat kaki sapi sebelum penyembelihan dilakukan.

Namun, sapi tiba-tiba mengamuk dan menendang dagu korban hingga terjatuh.

Naas, saat korban terjatuh, sapi tersebut meronta dan menginjak tubuh korban hingga tak sadarkan diri.

"Korban ikut dalam proses penyembelihan. Saat hendak mengikat kaki sapi, hewan itu mendadak mengamuk dan menendang dagu korban hingga jatuh. Saat terjatuh, korban diinjak oleh sapi tersebut," kata Ipda Zuyu saat dihubungi TribunPadang.com, Sabtu (7/6/2025) malam.

Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit.

Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Korban langsung dibawa warga ke rumah sakit. Tapi saat sampai, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis rumah sakit," ujarnya.

Menurut keterangan Polisi, Jafar selama ini dikenal aktif dalam setiap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan tempat tinggalnya.

"Selama ini almarhum memang selalu terlibat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di mushalla tersebut," imbuh Zuyu.

Pada hari kejadian, selain membantu proses penyembelihan, Jafar juga tercatat sebagai salah satu orang yang berkurban.

"Korban juga termasuk salah satu yang berkurban tahun ini," katanya.

Ipda Zuyu menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

Ia menyatakan bahwa kejadian ini murni kecelakaan.

"Kejadian ini murni musibah. Tidak ada unsur kelalaian yang ditemukan dalam insiden tersebut," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian mengimbau agar panitia kurban lebih selektif dalam melibatkan warga dalam proses penyembelihan hewan kurban.

"Kami imbau agar pengurus masjid lebih memperhatikan siapa saja yang terlibat. Kalau bisa, lansia dan anak-anak tidak diikutsertakan karena berisiko tinggi jika sapi mengamuk," tutupnya. ***

Editor:
Roy Pribadi

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id